Logo Header Antaranews Makassar

MUI : Waspadai NII di Sultra

Kamis, 5 Mei 2011 12:10 WIB
Image Print

Kendari (ANTARA News) - Ketua Majelis Ulama Indonesia (MUI) Sulawesi Tenggara (Sultra), KH Marwan Aidid, mengimbau kepada semua elemen masyarakat daerah ini untuk mewaspadai keberadaan gerakaan Negara Islam Indonesia (NII) di wilayah itu.

"Kita tidak boleh lengah, dan harus selalu waspada terhadap gerakan NII di daerah ini," kata mantan anggota DPD RI itu kepada ANTARA di Kendari, Kamis.

Menurut dia, keberadaan gerakan NII ini agak susah dideteksi karena organisasinya tidak terbuka, berbeda dengan gerakan organisasi Islam lainnya yang alamatnya jelas dan pusat kegiatannya ada.

"Meskipun saat ini kita belum memiliki data keberadaan NII di Sultra, namun tidak berarti daerah ini luput dari target gerakan NII dalam mencari pengikut," katanya.

Marwan menyatakan, potensi keberadaan gerakan NII di daerah ini cukup besar, karena bisa saja orang-orang yang bergabung NII itu adalah mereka yang kecewa terhadap pemerintah selama ini.

"Misalnya orang-orang yang kecewa terhadap pemerintah yang belum membekukan keberadaan Jamaah Ahmadiyah, sehingga bisa jadi mereka bergabung ke NII untuk menyalurkan semangat keagamaan yang mereka miliki," tuturnya.

Meskipun keberadaan NII susah dideteksi katanya, tetapi ada beberapa perilaku anggotanya yang mudah terbaca yakni selalu meminta uang kepada keluarganya ketika dia memasuki organisasi baru.

"Yang lebih parah lagi mereka itu mengkafirkan orang lain di luar dari kelompok mereka, termasuk kedua orang tua mereka yang tidak mau bergebung dengan NII," jelasnya.

Menurut Marwan, salah satu langkah untuk mematikan gerakan NII adalah membekukan segala aktifitas Jamaah Ahmadiyah di daerah ini, sehingga tidak ada orang-orang yang kecewa terhadap kebijakan pemerintah, kemudian mereka menyalurkan kekecewaannya ke NII.

"Selain itu, peran orang tua dalam mengontrol setiap anak mereka yang terlalu aktif kegiatan organisasi di luar yang dinilai berlebihan, dan juga peran perguruan tinggi dalam mengontrol mahasiswanya karena untuk sementara gerakan NII ini banyak menyusup di kampus-kampus," pungkasnya. (T.A056/E011)



Pewarta :
Editor:
COPYRIGHT © ANTARA 2026