
10% Kontribusi Soppeng Surplus Beras Sulsel

Makassar (ANTARA Sulsel) - Kontribusi Kabupaten Soppeng terhadap surplus beras Sulawesi Selatan tahun ini mencapai 10 persen dari surplus beras dua juta ton, kata Bupati Soppeng, H. Andi Sutomo, Rabu.
Dihubungi melalui telepon selularnya, Bupati mengatakan, produksi gabah kering panen (GKP) di daerahnya untuk musim tanam 2008-2009 menghasilkan 10,7 ton/ha atau delapan ton setara beras.
Pada mt tersebut, daerah ini menghasilkan 200 ribu ton beras pada areal persawahan seluas 25.000 ha atau meningkat hampir dua kali lipat dibanding pencapaian tahun 2007 sekitar 170 ribu ton.
Peningkatan yang cukup signifikan ini, lanjutnya, terkait dengan makin membaiknya irigasi persawahan dan waktu tanam yang tepat sehingga produksi GKP meningkat setiap tahun.
Ia mengatakan, peningkatan produksi beras di daerahnya juga diikuti meningkatkan produksi jagung yang mencapai 1.811 ton pipilan kering dibanding tahun sebelumnya sebanyak 1.000 ton lebih, termasuk produksi kedelai periode tersebut tercatat 2.511 ton.
Untuk musim tanam 2009-2010, daerah ini diharapkan mengalami surplus beras sebanyak 15 persen dari jumlah produksi beras maupun jagung menyusul adanya pengembangan luas areal pertanaman pangan tersebut 5.000 ha dan bantuan bibit padi unggul dari pemerintah provinsi Sulsel.
Mengenai distribusi pupuk yang dikeluhkan petani di sejumlah kabupaten, lanjut Bupati, daerahnya yang merupakan salah satu kabupaten penyanggah pangan di wilayah Bone, Soppeng dan Wajo (Bosowa) juga mengalami hal yang sama, namun tidak separah daerah lainnya.
"Kekurangan pupuk bersubsidi di daerah ini dapat diatasi dengan meminta kepada distributor di Makassar untuk mendatangkan pupuk penyubur tanaman tersebut sebelum petani resah," katanya. (T.PK-HK/F003)
Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.
