
Torut Ekspor 4.000 Ton Galena

Toraja Utara, Sulsel (ANTARA News) - PT Makale Toraja Mining (MTM) yang beroperasi di Sa'dan, Kabupaten Toraja Utara (Torut), Sulawesi Selatan, resmi mengekspor 4.000 ton galena atau tima hitam ke China melalui Pelabuhan Tanjung Ringgit, Kota Palopo, Senin.
Ekspor perdana galena ini ditandai pelepasan tali kapal pengangkut galena oleh tiga kepala daerah masing-masing, Bupati Toraja Utara Frederik Battisorring, Bupati Luwu A Mudzakkar, dan Wali Kota Palopo PA Tenriadjeng.
PT MTM mulai mengelola tambang galena di Sangkaropi sejak tahun 2007 lalu.
Berdasarkan kontrak, perusahaan tersebut akan mengelola areal tambang seluas 137 hektar. Potensi material galena yang ada di Sangkaropi sekitar 300 ribu ton, belum termasuk potensi timah hitam yang berada di kawasan hutan lindung.
Frederik Battisorring menyatakan bahwa ekspor perdana galena melalui Palabuhan Tanjung Ringgit diharapkan meningkatkan pendapatan masyarakat Torut, Palopo, dan Luwu.
"Dengan dilangsungkannya ekspor galena ini maka akan berdampak pada peningkatakan kesehateraan masyarakat karena Tana TOraja dan Tana Luwu bukanlah kabupaten atau daerah tetangga tetapi masih satu atap," katanya.
Terkait masih banyaknya potensi galena di Torut yang berada di kawasan hutan lindung, Sorring menyatakan pihaknya sementara menunggu izin pinjam pakai kawasan hutan lindung dari Kementrian Kehutanan RI.
Jika izin pinjam pakai dari Kementrian RI sudah keluar, maka Sorring optimistis tambang galena yang memiliki izin hingga tahun 2020 mendatang dapat lebih maksimal.
Sementara itu, baik Mudzakar dan Tenriadjeng berharap agar PT MTM selaku investor dapat lebih profesional dan mengutamakan keselamatan serta sedapat mungkin menghindari pencemaran lingkungan.
"Salah satu dampak yang lazim ditimbulkan oleh perusahaan tambang yaitu terkait pencemaran lingkungan. Olehnya itu kita berharap agar hal ini tidak terulang di daerah kita," kata Tenriadjeng.
(T.KR-HK/F003)
Pewarta :
Editor:
COPYRIGHT © ANTARA 2026
Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.
