
Pembukaan Jalur Segitiga Emas Untungkan Pengembang

Makassar (ANTARA News) - Pembukaan jalur 'segitiga emas' yang akan menghubungkan tiga kabupaten dan kota di Provinisi Sulawesi Selatan, yaitu Kota Makassar, Kabupaten Gowa dan Kabupaten Maros, memberikan keuntungan bagi pengembang dalam memasarkan perumahan.
Salah seorang pengembang CV Asti, Margaretha, di Makassar, Senin mengatakan pembukaan jalur segitiga emas ini sangat menguntungkan, karena menjadikan beberapa kawasan menjadi sangat strategis sebagai lokasi perumahan.
Pembukaan jalur ini, kata dia, akan membuat sejumlah kawasan menjadi ramai, dan sehingga diminati oleh masyarakat yang akan membeli rumah.
"Meskipun harga tanah di kawasan yang dilalui jalur segitiga emas ini sudah mulai meningkat, namun hal tersebut masih tetap bisa memberikan keuntungan bagi para pengembang," ungkapnya.
Salah satu kawasan strategis yang dilalui oleh jalur segitiga emas adalah Sudiang, di mana sampai saat ini sudah terdapat sekitar sekitar sepuluh perumahan yang dibangun oleh lima pengembang.
Ia mengatakan, diprediksikan sekitar tiga tahun yang akan datang, jumlah perumahan baru di kawasan Sudiang tersebut bisa terus bertambah, dan bahkan bisa mencapai 15 hingga 20 perumahan.
"Harga tanah di daerah tersebut tergolong cukup tinggi dan bisa mencapai Rp400.000 per meter. Namun hal ini memang sudah menjadi konsekuensi bagi daerah yang memiliki lokasi cukup strategis," terangnya.
Ia mengaku harga rumah yang ditawarkan bervariasi, mulai dari Rp77 juta hingga Rp400 juta, di mana untuk rumah dengan type 21/75, harganya mencapai Rp77 juta, sedangkan untuk rumah dengan type 40/75 harganya mencapai Rp120 juta.
Di daerah Sudiang, lanjutnya, rumah dengan type 21/75 dan 40/75 merupakan jenis rumah yang paling banyak diminati, karena harganya yang cukup terjangkau. (T.KR-AAT/K005)
Pewarta :
Editor:
COPYRIGHT © ANTARA 2026
Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.
