
BPPT Siapkan Formula Khusus Pertanian Bantaeng

Serpong (ANTARA News) - Badan Pengembangan dan Penerapan Teknologi (BPPT) mempersiapkan formula khusus untuk membantu mewujudkan visi Kabupaten Bantaeng, Sulawesi Selatan, menjadi Kabupaten Benih Berbasis Teknologi.
Formula khusus yang disiapkan pada tahap awal kerjasama tersebut berupa penyediaan pupuk organik yang mampu mengembangkan tanaman dengan hanya sekali melakukan pemupukan.
Proyek Manager untuk Penyediaan Pupuk BPPT Murbantani Tandirerung mengatakan hal itu saat menerima kunjungan tim kerja Pemda Kabupaten Bantaeng di laboratorium pengembangan pupuk tersebut di Kawasan Puspitek Serpong, Senin.
Tim kerja Pemda Bantaeng tersebut dipimpin Ketua Bappeda H Zainuddin Tahir, Kadis Pertanian dan Peternakan Syamsu Alam, Kadis Kehutanan dan Perkebunan Muh Hero, Pjs Kepala Badan Ketahanan Pangan Zainuddin, Staf Ahli Bupati Bidang Pertanian Dr Mokhtar Nawir dan sejumlah pejabat lainnya.
Tim yang diterima Direktur Pusat Teknologi Produksi Pertanian Ir Nenie Yustiningsih, MSc, Direktur Pusat Teknologi Industri Proses Dr Danny M Gandana dan Kepala Seksi Jasa dan Teknologi Lanjar Sumarno tersebut didampingi Bupati Bantaeng HM Nurdin Abdullah, Sekda HM Yasin dan Pemimpin Cabang BRI Bantaeng Widayat.
Menurut Murbantani Tandirerung, pupuk yang diberi nama Pupuk Lepas Lambat lebih irit hingga 30 persen dibandingkan pupuk organik lainnya, sebab petani hanya sekali melakukan pemupukan.
Penggunaan pupuk selama ini hanya efektif 40 persen, sisanya terbuang percuma karena terbawa arus maupun karena penyebab lainnya yang tidak terserap. Karena itu, ia optimistis penggunaan pupuk baru ini akan mampu mendorong pengembangan pertanian di Kabupaten Bantaeng.
Menjawab pertanyaan, ia mengatakan, pengiriman pupuk ke Bantaeng akan dilakukan dalam waktu dekat. "Mudah-mudahan dalam waktu yang tidak terlalu lama, Pupuk Lepas Lambat ini sudah tiba di Bantaeng," ujarnya.
Sebelumnya, tim kerja Pemda Kabupaten Bantaeng yang juga didampingi Kabag Humas Pemda H Alam Nur mengunjungi Laptiab, Laboratorium pengembangan ikan nila dan kerapu, Laboratorium Kultur Jaringan, Laboratorium Bio Akuakultur, dan Laboratorium Analisi Mutu Benih.
Bupati Bantaeng HM Nurdin Abdullah berharap, hasil rekayasa teknologi yang dilakukan BPPT dapat diimplementasikan di Bantaeng. "Kami punya lahan dan BPPT memiliki teknologinya.
Karena itu, kami berharap kerjasama ini bisa berkolaborasi untuk memantapkan Kabupaten Bantaeng menjadi Kabupaten Benih berbasis teknologi," ujarnya. (T.KR-HK/B/F003/F003) 23-05-2011 21:13:23
Pewarta :
Editor:
COPYRIGHT © ANTARA 2026
Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.
