
Kepercayaan Masyarakat Turun Terhadap Telkomsel

Makassar (ANTARA News) - Buruknya jaringan Telkomsel akhir- akhir ini membuat kepercayaan masyarakat turun drastis. Bahkan, banyak pengguna menyatakan enggan mengunakan lagi kartu tersebut.
"Saya sudah malas pakai Telkomsel, begini-begini terus jaringannnya, bikin kesal," kata Sahrul di Makassar, Selasa.
Alumnus Universitas Indonesia Timur ini, yang bekerja disalah satu media harian di Makassar, mengaku sangat tergangu akibat jaringan Telkomsel yang tiap hari semakin buruk, akibatnya komunikasi dengan mitra kerja jadi terhambat dan terkadang membuat dongkol.
"Saya sudah berkali-kali komplain, tapi tidak pernah digubris di Grapari Makassar. Yang paling parah kalau lagi komunikasi tiba-tiba putus dan jaringan off line. Kalau begini terus lebih baik ganti kartu," ucapnya.
Ketua BEM Teknik Universitas Negeri Makassar, Rosaldy juga mengatakan hal yang sama, bahkan berencana mengganti kartu dengan provider kartu lain, sebab pihak Tekomsel tidak pernah peduli dengan hak konsumen dan membuat kepercayaan atas kartu Telkomsel tidak lagi dipercaya pelanggannya.
Menurut dia, meskipun nomor yang dipakai saat ini sudah banyak diketahui relasi, teman, keluarga dan lainnya, tidak menjadi masalah melakukan sosialisasi dengan kartu baru bukan dari Telkomsel.
"Masih banyak kartu yang lebih baik dari Telkomsel, biar murah asal jangan murahan, kalau terus pake Telkomsel bisa buat jengkel. Kenapa Telkomsel jaringannya jelek sekarang ya," ujarnya.
Nurhidayat, pegawai swasta mengeluhkan jaringan Telkomsel sudah parah dan tidak lagi dipercaya masyarakat, biarpun iklan yang ditawarkan dengan bonus segala macam apalagi telah mengkaim 100 juta pelanggan itu tidak sebanding dengan realita yang ada.
"Ngapain pakai Telkomsel sekarang, jaringannya putus-putus, belum lagi sering tidak ada sinyal dan tiba-tiba hilang, padahal posisi di dalam Kota Makassar. Mending cari yang lebih baik dan lebih murah dari Telkomsel," ungkapnya.
Beberapa pelajar SMA dan anggota organisasi OSIS serta Mahasiswa beberapa perguruan tinggi menyatakan sudah mengganti kartu dari Telkomsel ke operator lain, ujar surya dan Niken.
Menurut Niken, orang tuanya yang fanatik dengan Telkomsel saat ini belum mengganti total, namun sudah mensosialisasikan nomor baru dengan operator lain. Kata Bapak saya, setelah rekan bisnisnya mengetahui nomor barunya, kemudian kartu Telkomselnya dihentikan pemakaiannya untuk menjaga agar komunikasi bisnis tetap terjalin.
Bagi kami yang masih remaja, ucap Niken, ganti operator Telkomsel tidak sulit, sebab nomor baru mudah disosialisasikan ke teman sesama kegiatan, berbeda dengan kalangan bisnis yang walau terus mengeluh, harus melakukan pergantian bertahap seperti Bapak saya, ucapnya.
Saat ini Telkomsel mengklaim 100 juta pelanggan dengan promosi yang luar biasa kepada masyarakat, namun fakta berbicara lain sebab tidak semua yang dipromosikan Telkomsel itu benar, ucap Rosaldy. (T.KR-HK/F003)6
Pewarta :
Editor:
COPYRIGHT © ANTARA 2026
Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.
