
BPS Sulsel Melakukan Sensus Ternak

Makassar (ANTARA News) - Badan Pusat Statistik (BPS) Sulawesi Selatan (Sulsel) menurunkan 3.919 orang untuk melakukan sensus ternak pada 24 kabupaten/kota di Sulsel.
"Para petugas itu mulai turun melakukan survei dan mendata pada Kamis (2/6)," kata Kepala BPS Sulsel Bambang Suprijanto di Makassar, Rabu.
Dia mengatakan untuk melakukan sensus ternak, pihaknya melakukan pelatihan terlebih dahulu kepada petugas sensus pada akhir Mei 2011.
Adapun sasaran ternak yang akan disensus adalah sapi potong, sapi perah dan kerbau (PSPK) pada 2011.
"Diharapkan 30 Juni 2011 semua data sudah terkumpul, sehingga tepat pada 1 Juli 2011 sudah bisa diketahui hasil pendataan tersebut untuk selanjutnya dipublikasikan," katanya.
Sementara itu, Kabid Statistik Produksi BPS Sulsel Laode Sarman mengatakan sensus ternak ini merupakan yang kedua setelah dilakukan sensus ternak pada 1967.
Mengenai tujuan sensus ternak tersebut, dia mengatakan, terkait dengan program pemerintah untuk mencapai target swasembada daging pada 2014.
Untuk pendataan di lapangan, lanjutnya, pihak BPS Sulsel bekerja sama dengan BPS dan Disnak di tingkat kabupaten/kota untuk menjangkau data ternak yang tersebar pada 304 kecamatan di Sulsel.
Sementara dari total petugas yang diturunkan pada pelaksanaan sensus ternak 2011, dia mengatakan, 2.871 orang diantaranya adalah tenaga pencacah lapangan, 700 orang pengawas dan sisanya adalah koordinator statistik kecamatan (KSK).
"Pencacahan untuk mengetahui populasi dan mutasi ternak ini dilakukan dengan prinsip "door to door" atau dari pintu ke pintu baik untuk peternak rumah tangga maupun yang berbadan hukum," katanya. (T.S036/K005)
Pewarta :
Editor:
COPYRIGHT © ANTARA 2026
Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.
