
Bantaeng Bertekad Raih WTP

Bantaeng, Sulsel (ANTARA News) - Kabupaten Bantaeng, Sulawesi Selatan, bertekad membangun pemerintahan yang bersih (Clean Government) dan pada akhirnya juga mampu meraih predikat Wajar Tanpa Pengecualian (WTP).
Tekad tersebut diharapkan dapat diraih dalam waktu 2-3 tahun ke depan, kata Bupati Bantaeng HM Nurdin Abdullah di Bantaeng, Kamis.
Menurut Bupati, salah satu kiat untuk meraih prestasi di bidang pengelolaan keuangan adalah dengan mentaati rambu-rambu yang sudah ditetapkan.
"Kita juga sudah mendapat bantuan BPKP Sulsel dengan menempatkan seorang Auditor Madya BPKP Perwakilan Sulsel bernama Afris, SE dan kita tempatkan sebagai Kepala Dinas Pendapatan Pengelola Keuangan dan Aset Daerah (PPKAD)," urainya.
Bupati juga berharap banyak kepada Bawasda agar tetap melakukan pembinaan terhadap aparatur secara profesional. "Bila semua berjalan sesuai harapan, insya Allah, kita akan berjalan sesuai ketentuan," ucapnya.
Bupati meminta kepada seluruh jajaran Pemda Kabupaten untuk membantu Polisi mengantisipasi tindak kejahatan, terutama kekerasan terhadap anak yang marak terjadi dalam beberapa bulan terakhir.
"Bantu Polisi agar kejadian seperti itu tidak terulang," katanya. Menurutnya, aparat Kepolisian telah melakukan berbagai upaya antisipasi, termasuk melibatkan masyarakat dalam ronda malam.
Untuk antisipasi ke depan, Bupati berharap, Camat dan jajarannya hingga ke desa dapat memperkokoh jalinan kerjasama antarberbagai pihak.
Melalui jalinan kerjasama tersebut, isu yang sering dilempar oknum tak bertanggung jawab dapat dicegah sedini mungkin. "Lakukan dialog dengan masyarakat untuk memberi rasa aman," tambahnya.
"Jangan karena Bupati tidak ada, semuanya jadi mandeg. Kan ada Wakil dan Sekda," terangnya seraya mengatakan, bila kita bekerja dalam sistem, maka pekerjaan akan menjadi ringan.
Untuk itu, sinergi antarbagian sangat diperlukan. Untuk hal ini, Badan Diklat Departemen Dalam Negeri sudah mengakuinya dan ingin menjadikan Bantaeng sebagai percontohan Pemerintahan yang baik. (T.KR-HK/F003)
Pewarta :
Editor:
COPYRIGHT © ANTARA 2026
Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.
