
1.620 Siswa SMP Sulbar tak Lulus UN

Mamuju (ANTARA News) - Sebanyak 1.620 siswa SMP/MTS/SMPT dari total peserta sebanyak 18.207 se-Sulawesi Barat, dinyatakan tidak lulus Ujian Nasional Tahun ajaran 2010-2011.
Sekretaris Panitia Ujian Nasional (UN) Sulawesi Barat, Syamsir Syam di Mamuju, Jumat mengatakan, persentase kelulusan UN siswa SMP sederajat mencapai 8.90 persen dari total peserta sebanyak 18.207 yang tersebar pada lima kabupaten di Sulbar.
"Dari lima kabupaten ini, tercatat Kabupaten Majene dianggap paling banyak yang gagal dalam UN dengan jumlah sebanyak 827 siswa dari 2.700 peserta UN,"kata dia.
Sedangkan Kabupaten Polewali Mandar, kata dia, jumlah siswa yang gagal mencapai 352 siswa dari 6.293 peserta UN, kemudian disusul Kabupaten Mamasa terdapat 185 siswa dinyatakan gagal dari total peserta UN sebanyak 2.441 siswa.
"Untuk Kabupaten Mamuju terbilang minim dengan jumlah siswa yang tidak lulus UN hanya sebanyak 174 siswa dari 4.971 peserta UN dan Kabupaten Mamuju Utara hanya sekitar 82 siswa dianggap tidak lulus dari 1.802 peserta UN,"terang Syamsir.
Ia mengemukakan, rata-rata siswa yang gagal UN pada mata pelajaran Matematika, Ilmu Pengetahuan Alam (IPA) dan pelajaran Bahasa Inggris.
""Para siswa yang gagal UN ini akibat mereka (siswa.red) rata-rata tidak mampu menghasilkan nilai standar kelulusan minimal elulusan 4,00 dan mereka memiliki rata-rata nilai tidak mencapai 5,00,"terangnya.
Syamsir mengemukakan, pengumuman UN tingkat SMP.MTS maupun SMP-Terbuka baru akan disampaikan pada hari, Sabtu (4/6) dan mengenai tekhnis pengumuman maka Dinas Pendidikan Sulbar memberikan kewenangan masing-masing Diknas yang ada di kabupaten.
"Sesuai dengan jadual semula pengumuman UN tingkat SMP akan dilakukan serentak besok (4/6). Peserta yang gagal UN tidak bisa melakukan ujian susulan kecuali mengulang kembali satu tahun ajaran,"terangnya.
Tingkat kelulusan SMP kata dia, juga terbilang tinggi dibandingkan MTS maupun SMP-Terbuka. Jumlah siswa untuk SMP yang gagal cukup dominan dengan capaian sebesar 1.389 siswa dari total peserta 15.204 peserta UN.
Sedangkan untuk SMP-Terbuka kata dia, jumlah yang dinyatakan gagal UN sebanyak 67 dari total 298 peserta dan Kabupaten Majene berada peringkat pertama terbanyak yang gagal Un dengan capaian 34 peserta UN dari 44 orang.
Sementara untuk tingkat MTS kata dia, jumlah peserta UN yang gagal hanya sebesar 164 siswa dari2.705 total peserta UN.
"Lagi-lagi Kabupaten Majene kemballi berada posisi tertinggi yang dinyatakan gagal UN dengan jumlah 85 orang dari 420 siswa peserta UN,"ungkapnya.
Ia berharap, para siswa yang gagal UN tidak berkecil hati karena kegagalan yang diraih hari ini merupakan kesuksesan yang tertunda.
"Akan lebih buruk lagi apabila siswa yang gagal UN langsung putus sekolah. Makanya, peran orang tua murid sangat diharapkan untuk memotivasi anak-anaknya untuk tetap melanjutkan pendidikannya," katanya. (T.KR-ACO/M019)
Pewarta :
Editor:
COPYRIGHT © ANTARA 2026
Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.
