
PLN JAMIN TIDAK ADA PEMADAMAN DI PILKADA MAKASSAR

Makassar, 24/10 (ANTARA) - PT PLN Kota Makassar menyampaikan komitmennya tidak melakukan pemadaman bergilir saat pelaksaan pemilihan walikota Makassar, 29 Oktober mendatang.
Untuk itu, PLN telah menyiapkan lima langkah antisipasi demi ketersediaan daya listrik saat pesta demokrasi itu berlangsung, kata
General Maneger PT PLN Makassar, Puguh Dwiatmanto, usai bertemu dengan Walikota Makassar, Andi Heri Iskandar, di Makassar, Jumat.
Lima langkah antisipasi tersebut, pertama, PLN menyediakan tiga genset untuk situasi darurat saat pilkada berlangsung. Genset yang yang bersifat mobile (bergerak) ini juga berguna untuk menjangkau daerah-daerah yang mengalami krisis listrik.
Kedua, meminta kepada pengguna listrik besarseperti hotel dan pabrik-pabrik, agar menggunakan genset sendiri pada tanggal 28 hingga 29 Oktober. Dalam hal ini, PLN sebelumnya telah mengirimkan surat pemberitahuan.
Ketiga, PLN melakukan pendekatan terhadap sejumlah industri besar di daerah Sulsel seperti PT Semen Tonasa dan kelompok usaha Bosowa, agar mengurangi penggunaan listriknya.
Keempat, mewajibkan setiap tempat-tempat pengolahan data pilkada Makassar yang menggunakan komputer, agar menyiapkan alat UPS. Sehingga, jika pun terpaksa terjadi pemadaman, data masih bisa terselamatkan.
Kelima, mengimbau seluruh pelanggan rumah tangga, agar pada hari H pelaksanaan pemilihan walikota Makassar, mengurangi pemakaian listrik dengan mematikan satu atau dua balon lampu.
"Dengan lima langkah ini kami optimistis tidak ada pemadaman, mulai tanggal 28 malam hingga 29 malam," ujar Puguh.
Dia menjelaskan, saat ini PLN Sulselrabar mengalami devisit ketersediaan listrik sebesar 100 megawatt. Khusus Makasar, Maros, Sungguminasa, danTakalar, devisit listrik yang terjadi berkisar 50-70 megawatt.
Akibatnya, selama dua pekan terakhir, PLN telah melakukan pemadaman bergilir 2-3 kali dalam sehari. Pemadaman tersebut dilakukan setiap enam jam dengan durasi pemadaman dua jam.
Ia mengakui, PLN mengalami krisis listrik akibat terganggunya enam titik pembangkit listrik di Sulsel. Masing-masing PLTA Bakaru, PLTA Bili-Bili, PLTU Tello 1 dan 2, PLTGU Sengkang, dan PLTD Makassar Power.
"Bili-Bili dan Bakaru mengalami fluktuasi daya akibat kurangnya sumber air. Sementara mesin pembangkit lain sedang diperbaiki, sehingga harus bergantian bekerja," ujarnya.
Walikota Makassar, Andi Heri Iskandar mengatakan, tidak menyiapkan anggaran khusus untuk implementasi lima langkah PLN ini. Ia menjelaskan, pemerintah kota hanya meminta kepada PLN, sementara untuk pengadaan infrastruktur seperti UPS sepenuhnya tanggungjawab KPU Makassar.
"Tidak ada anggaran untuk itu. Adapun pengadaan UPS, itu urusan KPU," katanya.
Andi Heri menambahkan, Pemkot bersama PLN juga proaktif melayangkan surat kepadapihak perhotelan di Makassar dan pabrik-pabrik untuk melakukan pengurangan penggunaan daya listrik saat pelaksanaan pilkada mendatang. ***8***
(T.K-SUR/B/F003/F003) 24-10-2008 21:49:27
