
PAN Usung Amin Rais Jadi Capres

Makassar (ANTARA Sulsel) - Kampanye Partai Amanat Nasional (PAN) di Lapangan Hertasning Makassar menyebut akan mengusung Amin Rais jadi Calon Presiden (Capres) nomor satu PAN.
"Salah satu agenda kita setelah pemilihan legislatif adalah mengusung capres antara lain, Amin Rais, Sutrisno Bachir, dan Syahrul Yasin Limpo (saat ini Gubernur Sulsel)," ujar Ketua Dewan Pimpinan Wilayah (DPW) PAN Sulawesi Selatan (Sulsel), Ashabul Kahfi, saat berorasi di depan ribuan kader PAN, di Makassar, Kamis.
Ashabul Kahfi menyebutkan jika PAN adalah penggagas program pendidikan gratis dan Kesehatan Gratis di Sulsel, untuk itu ia menyatakan kalau agenda PAN selanjutnya yakni mengawal program tersebut agar betul-betul bermanfaat untuk masyarakat.
"PAN tidak akan tega melihat anak-anak terbelakang dan berkeliaran di jalan hanya karena faktor biaya, PAN juga tidak akan membiarkan orang-orang miskin mati karena tidak mampu membayar biaya kesehatan yang cukup mahal," tegasnya.
Selain itu, Ashabul Kahfi menyebutkan jika PAN memiliki program menjadikan tenaga kerja Sulsel yang berkualitas dan berkompeten.
Caleg DPR RI PAN, Indira Chunda Thita SYL mengatakan, saatnnya pemilih memperhatikan calon legislatif (Caleg) muda, sebab caleg muda adalah icon perubahan.
"Mari bersama satukan tekad untuk membuat perubahan, yang kekal adalah perubahan, icon perubahan yakni hadirnya orang muda sebagai pemimpin," ujarnya.
Indira Chunda hadir di lokasi kampanye dengan pengawalan ketat dari sekitar delapan pemuda tinggi besar berpakaian serba hitam.
Sementara Caleg PAN Sulsel lainnya, Yusran Paris, mengajak para simpatisan agar mensosialisasikan kepada masyarakat agar mereka mencentang Nomor 9 dan memenangkan PAN.
Kampanye ini diwarnai dengan banyaknya Caleg perempuan yang berorasi di atas panggung yakni sekitar lima caleg perempuan.
Peserta semakin bersemangat saat artis-artis ibukota termasuk Fadli/Padi Band menyanyikan lagu Iwan Fals.
(T.PK-AAT/F003)
Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.
