Logo Header Antaranews Makassar

Target Surplus Beras Diperkirakan Makin Meningkat

Rabu, 20 Juli 2011 03:12 WIB
Image Print

Polman, Sulbar (ANTARA News) - Surplus beras yang sebelumnya ditargetkan oleh Bupati Polewali Mandar, Sulawesi Barat, akan mencapai 100 ribu ton pada 2011, diperkirakan akan lebih besar dan bisa mencapai hingga 200 ribu ton.

Kepala Bulog Sub Divre Polman, Laode Amijaya Kamaluddin di Polman, Selasa mengatakan target surplus beras yang ditetapkan Bupati Polman, Ali Baal Masdar, sebesar 100 ribu ton itu merupakan sebuah kewajaran, bahkan bisa melebihi target tersebut.

"Saya rasa target yang ditetapkan Bupati Polman sangat wajar, saat ini kami memperkirakan surplus beras akan mencapai 120 ribu ton hingga 200 ton sesuai keberhasilan petani yang meningkatkan produksi berasnya setelah pemanfaatan irigasi sudah berjalan normal di tahun ini," ungkapnya.

Menurutnya, setelah dilakukan panen raya yang diperkirakan barakhir pada September 2011, sebagian besar petani kembali melakukan penanaman dan hal itu yang akan memperbesar jumlah produksi, padahal sebelumnya diperkirakan tidak bisa maksimal akibat beberapa sistem irigasi belum bisa dimanfaatkan.

Namun, dengan maksimalisasi irigasi di beberapa kecamatan di Polman untuk menyuplai pengairan sawah petani dianggap sebagai salah satu indikator utama akan meningkatnya produksi beras yang bisa dijadikan sebagai cadangan.

Sebelumnya, Ali Baal mengaku optimis Pemkab Polman tetap akan melakukan suplai beras ke beberapa kabupaten di Sulbar dengan target surplus beras mencapai 100 ton.

Bahkan ia yakin mampu menyuplai beras ke beberapa provinsi yang belum memiliki produksi beras seimbang dengan kebutuhan warganya sepeti pada beberapa provinsi di Kalimantan dan Papua.

"Bukan hal mustahil kita mampu menyuplai beras ke beberapa daerah di Sulbar dan luar Sulbar sebab produksi beras Polman akan semakin meningkat dengan maksimalisasi sistem irigasi," ungkapnya.

Pernyataan Ali Baal diperkuat Kepala Dinas Pertanian dan Peternakan (Distanak) Polman, Syahruddin Haruna. Ia membandingkan, surplus beras 2010 hanya mencapai 65 ribu ton dan jumlah tersebut dianggap tidak mencapai target yang sebelumnya ditaksir mampu mencapai 80 ribu ton.

"Ini akibat musim pancaroba yang terjadi secara tiba-tiba sehingga berpengaruh secara signifikan terhadap hasil yang dicapai pada hampir seluruh lahan pertanian di Polman. Selain itu pemanfaatan sistem pengairan juga belum bisa dimaksimalkan," ungkap Syaharuddin.

Terkait target surplus yang akan dicapai pada tahun ini, Syahruddin mengatakan akan mengoptimalkan seluruh potensi pertanian yang dimiliki, khususnya maksimalisasi sistem teknologi pertanian yang saat ini sementara gencar disosialisasikan pada sejumlah kelompok tani.

"Kami berharap dengan pengetahuan yang dimiliki para petani mampu memberikan hasil maksimal. Untuk itu, kami sementara gencar memberikan beberapa penyuluhan untuk lebih memaksimalkan hasil produksi dan surplus beras tahun ini bisa tercapai," ungkapnya. (T.PSO-284/Y006)




Pewarta :
Editor:
COPYRIGHT © ANTARA 2026