
Timor Leste Tertarik Impor Beras Sulsel

Keinginan tersebut dikemukakan Ketua Komisi D Parlemento Timor Leste, Brida Antonio Correia saat diterima Komisi B dan D DPRD Sulsel di Makassar, Senin.
"Kita datang kesni lakukan penjajakan, lalu kita sampaikan ke pemerintah. Kami sudah konsultasi dengan Pak Perdana Menteri sebelum kesini," ucapnya menanggapi anggota Komisi D DPRD Sulsel Irwan Intje yang menawarkan beras untuk Timor Leste.
Legislator Timor Leste lainnya, Aicha Binte Umar Bassarewan optimistis hasil kunjungannya ke Sulsel secepatnya akan diaplikasikan lewat hubungan antara Timor Leste dengan Indonesia.
"Ini awal penjajakan untuk bidang pertanian, bagi kami semuanya tahap awal pengembangan. Meski dinas pertanian disana mengakatakan ada peningkatan, tetapi tetap dilakukan impor," kata senator yang bersuamikan pria asal Kabupaten Bone, Sulsel.
Sementara Kepala Dinas Pertanian dan Holtikultura Sulsel Lutfi Halide mengatakan Sulsel dalam tiga tahun terakhir mengalami surplus beras dengan produksi padi mencapai 4,3 juta ton di 2010.
Dengan kondisi seperti ini, Sulsel hanya kalah jumlah dari Jawa Timur dan Jawa Tengah, tetapi stok beras Sulsel jauh lebih aman karena penduduknya jauh lebih sedikit dibanding dua provinsi ini.
"Tiga tahun berturut-turut pertumbuhan diatas 5 persen, 580 ribu hektar luas sawah di intensifikasi. Dari lima ton menjadi delapan ton per hektar," ucapnya.
Peluang Sulsel untuk melakukan ekspor beras ke Timor Leste, dengan pertimbangan Sulsel baru-baru ini berhasil membuka jalur distribusi pangan termasuk beras ke Singapura.(T.pso-099/E001)
Pewarta :
Editor:
COPYRIGHT © ANTARA 2026
Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.
