
Petani Bantaeng Dapat Bantuan Rp3,2 Miliar

Bantaeng, Sulsel (ANTARA News) - Petani Kabupaten Bantaeng mendapat bantuan pupuk senilai Rp3,2 miliar yang diserahkan Gubernur Sulawesi Selatan H Syahrul Yasin Limpo pada peresmian Kantor Bank Sulselbar Cabang Bantaeng, di Bantaeng, Kamis.
Peresmian bank milik Pemda itu ditandai penandatanganan prasasti disaksikan Ketua DPRD Sulsel HM Roem, Dirut PT Bank Sulselbar Ellong Tjandra, Bupati Bantaeng HM Nurdin Abdullah dan petinggi lainnya.
Pada saat yang sama, Managing Director Ehime Toyota Jepang Tatsumi Takemoto juga menyerahkan bantuan ambulance dan pemadam kebakaran kepada Gubernur Sulsel H Syahrul Yasin Limpo.
Bantuan ambulance selanjutnya diserahkan kepada Rumah Sakit Sayang Rakyat di Makassar, Pemkab Luwu, Pemkab Pinrang dan Barru, sedang bantuan mobil pemadam kebakaran diserahkan kepada Pemkab Jeneponto yang diterima Sekda Ikhsan Iskandar.
Gubernur mengatakan, bantuan dari perusahaah otomotif terkemuka tersebut sangat besar manfaatnya terhadap masyarakat Sulsel. "Kami sangat terbantu dengan kehadiran bantuan ambulance dan pemadam kebakaran tersebut," ucap Gubernur.
Ia kemudian berharap, management Toyota bisa menambah lebih banyak bantuannya untuk mengantisipasi perkembangan di daerah ini.
Gubernur mengemukakan keinginannya untuk membangun kota kembar (Sister City) dengan negeri sakura tersebut.
Khusus peremian kantor Bank Sulselbar, ia mengatakan, peresmian ini merupakan kali ketiga sejak bank ini dipimpin Ellong Tjandra.
Ini menunjukkan perkembangan yang baik. "Perbankan yang tumbuh di suatu daerah pertanda adanya pertumbuhan yang baik di daerah itu. Tidak mungkin dilakukan perbaikan bila pertumbuhan ekonominya tidak bagus. Dan tentu saja itu karena kinerja bupatinya yang bagus," ujar Gubernur seraya mengatakan, hanya pemimpin yang baik yang menjanjikan kesejahteraan.
Ia kemudian menyebut pertumbuhan ekonomi Sulsel yang mencapai 8,11 persen. Pertumbuhan tersebut juga karena ditopang pertumbuhan ekonomi Kabupaten Bantaeng yang mencapai 8,16 persen.
Menurut Gubernur, dengan potensi yang kita miliki, rakyat Sulsel tak pantas miskin, tinggal bagaimana memanfaatkan teknologi dan modal perbankan.
Ia mengatakan, tabungan masyarakat Sulsel hingga triwulan kedua mencapai Rp37 triliun. Uang yang beredar mencapai Rp64 triliun. Dari jumlah tersebut, sebanyak Rp23 triliun dari Perbankan dan selebihnya uang pemerintah.
Selain itu, kredit yang disalurkan mencapai Rp57 triliun. Pertumbuhan yang terjadi di daerah ini menyebabkan tingkat pembelian kendaraan yang juga pesat. Bahkan tiket dan kamar hotel menjadi sulit.
Indikator lainnya, jumlah jemaah umroh yang mencapai 12 ribu orang. Dari jumlah tersebut, sebanyak 9.700 orang menggunakan travel yang terdaftar, ucap Gubernur yang berharap para pemimpin daerah terus berupaya dan mau belajar.
Gubernur mengajak masyarakat Sulsel, terutama masyarakat di Bantaeng agar memanfaatkan fasilitas Bank Sulselbar agar bank ini lebih kuat dan benar-benar menjadi tuan rumah di wilayahnya.
"Seharusnya, masyarakat mengutamakan Bank Sulselbar karena dana yang dihimpun tidak dibawa kemana-mana. Dananya berputar di wilayah ini saja," ucap Gubernur.
Bupati Bantaeng HM Nurdin Abdullah mengemukakan tekadnya mewujudkan cita-cita Gubernur Sulsel menjadikan daerah surplus beras melalui pengembangan benih berbasis teknologi.
Hingga kini, lanjut Bupati, sudah 20 varietas yang sudah diproduksi, termasuk benih hybrida. Sedang untuk mengatasi keterbatasan lahan, Bantaeng kini mengembangkan padi gogo di areal perkebunan jati.
Padi gogo yang sudah dikembangkan mencapai tujuh varietas. "Kami bahkan bisa memproduksi benih yang disesuaikan dengan klaster masing-masing daerah," ujar Bupati yang melanjutkan bahwa inovasi tersebut didasarkan anomali yang mengancam pangan dunia. (T.KR-HK/F003)
Pewarta :
Editor: Daniel
COPYRIGHT © ANTARA 2026
Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.
