
Perbaikan Jalan Selesai 80 Persen

Makassar (ANTARA News) - Dinas Bina Marga Provinsi Sulawesi Selatan menyatakan, proses perbaikan jalan untuk memperlancar arus mudik Lebaran 2011 selesai 80 persen.
"Perbaikan jalan untuk menutup lubang dan penambalan telah berjalan 80 persen baik jalan provinsi maupun jalan nasional," kata Kepala Dinas Bina Marga Provinsi Sulsel Abdul Latief di Makassar, Jumat.
Meski pengerjaan jalannya belum selesai terutama poros Maros-Pare Pare, diharapkan tidak terdapat lagi patahan-patahan."Hampir semua lubang ditutup," ujarnya.
Kondisi jalan akan kembali diperiksa pada tujuh hari menjelang lebaran untuk memastikan tidak ada lagi hambatan termasuk menyingkirkan sejumlah material yang dapat menghalangi jalan.
Sebelumnya, Gubernur Sulsel Syahrul Yasin Limpo mengatakan, pemerintah provinsi akan memperbaiki jalan untuk memperlancar arus mudik darat ke kabupaten dan kota di arah selatan maupun utara Sulsel.
Abdul Latief mengatakan, pada Agustus ini pengerjaan telah masuk proses pengaspalan.
Fokus utama pembangunan jalan di Sulsel pada 2011-2012 adalah jalan poros Maros-Pare Pare sepanjang 115 kilometer, lalu Pare-Pare ke perbatasan Sulawesi Barat batas 64 kilometer dan 110 kilometer ke arah Jeneponto hingga Sinjai.
Poros penghubung Kabupaten Jeneponto, Bantaeng, Bulukumba ditargetkan rampung 2012 yang mana 70 persen di antaranya diharapkan selesai pada 2011. Target penyelesaian jalan nasional lainnya adalah Kabupaten Bone dan Luwu.
Anggaran pembangunan dan pemeliharaan jalan provinsi pada 2011 mencapai Rp270 miliar sementara anggaran jalan nasional sebesar Rp900 miliar. Sedangkan perbaikan jalan provinsi pada 2011 ditargetkan sepanjang 92 kilometer. Selama tiga tahun terakhir panjang jalan rusak yang telah tertangani mencapai 223 kilometer.
Total panjang jalan provinsi yang harus ditangani sejak 2008 mencapai 900 kilometer dari total panjang jalan provinsi 1.260 kilometer di mana 262 kilometer di antaranya merupakan jembatan. (T.KR-RY/N002)
Pewarta :
Editor:
COPYRIGHT © ANTARA 2026
Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.
