
DPRD Mamuju Minta Pengadaan Obat RSUD Dipercepat

Mamuju (ANTARA News) - Dewan Perwakilan Rakyat Daerah Kabupaten Mamuju, Sulawesi Barat, meminta pengadaan obat untuk memenuhi kebutuhan rumah sakit umum daerah setempat dipercepat guna memaksimalkan pelayanan kesehatan kepada masyarakat.
"Kami harap proses tender pengadaan obat untuk memenuhi kebutuhan RSUD Mamuju dipercepat karena ini merupakan kebutuhan mendesak. Kami tidak ingin RSUD tidak memiliki persediaan obat-obatan yang memadai untuk melayani masyarakat," kata Ketua DPRD Mamuju H.Sugianto, Jumat.
Menurut dia, kekosongan persediaan obat di RSUD hendaknya dijadikan pembelajaran yang berharga untuk tidak lagi terulang pada pada masa-masa mendatang.
"Apapun alasannya, pengadaan obat harus dipersiapkan secara dini. Jika stok obat-obatan mulai menipis, jajaran RSUD harus lebih tanggap untuk melakukan pengadaan obat,"ungkapnya.
Sugianto menyampaikan, dirinya mengetahui terjadinya kekosongan obat-obatan di RSUD Mamuju berdasarkan pemberitaan mass media.
"Saat mendengar informasi tersebut kami langsung meminta pemerintah untuk tidak membiarkan hal itu terjadi karena akan semakin memperburuk pelayanan medis di RSUD,"kata dia.
Selama ini, kata dia, pemerintah fokus pada program peningkatan pelayanan medis kepada masyarakat. Karena itu, kampanye memaksimalkan pelayanan medis tidak akan bernilai apabila tidak didukung dengan persiapan obat yang memadai.
Sebelumnya Direktur Utama RSUD Mamuju dr Titien Haryati mengatakan bahwa stok obat mulai menipis sejak empat bulan terakhir dan bahkan saat ini persediaan obat generik maupun obat paten sudah kosong.
"RSUD ini mengalami kekosongan obat akibat pengadaan obat masih dalam proses tender. Kami berharap proses tender lebih cepat," kata dia.
Menurut dia, total anggaran pengadaan obat generik dan obat paten tersebut nilainya mencapai Rp700 juta yang dialokasikan dalam APBD 2011.
"Untuk obat generik jumlah anggarannya berkisar Rp300 juta, sedangkan untuk pengadaan obat paten berlogo nilai anggarannya sebesar Rp400 juta," ungkap Titien.
Untuk menyiasati kekurangan stok obat, kata dia, pihak RSUD mengandalkan jaminan kesehatan masyarakat (Jamkesmas) untuk melakukan klaim obat sehingga masyarakat di daerah ini bisa terlayani lebih optimal.
Kepala Unit Layanan Pengadaan (ULP) Kabupaten Mamuju Suaib, yang dikonfirmasi mengatakan, pengadaan obat untuk RSUD masih dalam proses tender.
Ia mengatakan, proses tender ini sesungguhnya tidak terlambat karena pihaknya telah membuka pendaftaran untuk proses tender sejak bulan lalu, namun rupanya minat pihak swasta untuk mendapatkan proyek tersebut rendah.
"Saat ini kami membuka pendaftaran yang kedua kali dan telah dilakukan tahap evaluasi atas dokumen penawaran yang dimasukkan oleh pihak rekanan," kata dia.
Dia mengatakan, jika tahap evaluasi telah selesai, selanjutnya akan diumumkan pemenangnya sesuai dengan dokumen penawaran dari pihak rekanan.
"Kami harap dilakukan lebih cepat karena stok obat di RSUD mulai menipis dan bahkan sudah mengalami kekosongan. Ini tidak boleh dibiarkan berlarut karena menyangkut kebutuhan publik," jelas Suaib.
(T.KR-ACO/N002)
Pewarta :
Editor:
COPYRIGHT © ANTARA 2026
Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.
