Logo Header Antaranews Makassar

Golkar akan Pecat Tashan Burhanuddin

Sabtu, 6 Agustus 2011 18:12 WIB
Image Print

Mamuju (ANTARA News) - Sekretaris Dewan Pimpinan Daerah Partai Golongan Karya Provinsi Sulawesi Barat, H Hamzah Hapati Hasan mengemukakan, pihaknya akan mengambil sikap tegas dengan melakukan pemecatan terhadap Tashan Burhanuddin karena memilih maju sebagai wakil gubernur dari partai lain.

"Semua kader harus taat kepada aturan partai. Jika ada kader partai yang membelot dari keinginan partai maka kader yang bersangkutan harus siap menerima konsekuensi sesuai apa yang menjadi ketentuan partai," kata Hamzah Hapati Hasan di Mamuju, Sabtu.

Menurut dia, pada pemilihan gubernur Sulbar, 10 Oktober 2011 Partai Golkar telah mengusung calon Anwar Adnan Saleh (AAS) didampingi oleh Aladin S Mengga sebagai calon wakil gubernur.

Karena itu, kata dia, atas sikap Tashan Burhanuddin yang memilih maju menjadi calon wakil gubernur maka jelas hal itu bagian dari pelanggaran karena tidak menghormati keputusan partai.

"Saat ini DPD Golkar Sulbar telah menyiapkan usulan pemecatan Pak Tashan Burhanuddin untuk disampaikan ke DPP Partai Golkar. Mengenai waktunya nanti kita lihat," katanya.

Hamzah menyampaikan, pemecatan Tashan Burhanuddin belum bisa ditentukan waktunya karena kewenangan itu ada di DPP Partai Golkar.

"Kita lihat saja apakah pemecatan terhadap Pak Tashan Burhanuddin dilakukan setelah pilgub atau sebelum pilgub. Yang jelasnya, kami di DPD I Golkar Sulbar akan menyampaikan usulan pemecatan secepatnya ke DPP," katanya.

Sebelumnya, Ketua DPD Partai Golkar, Anwar Adnan Saleh juga menyampaikan, sikap Partai Golkar cukup tegas bagi kader yang membelot di pilgub.

"Kalau ada kader Golkar yang membelot maka konsekuensinya cukup jelas dan tegas, yakni pemecatan sebagai anggota kader partai," kata Anwar.

Anwar menegaskan, keputusan untuk memecat kader Partai Golkar yang membelot di sejumlah pilkada yang akan digelar di Sulbar merupakan keputusan DPP Partai Golkar secara nasional.

"Kita tidak ingin memelihara orang yang tidak konsisten dan bertanggungjawab, seperti orang yang memiliki dukungan abu-abu alias membelot atau mengalihkan dukungannya dari partai kepada kelompok lain," katanya.
(T.KR-ACO/S023)



Pewarta :
Editor:
COPYRIGHT © ANTARA 2026