Logo Header Antaranews Makassar

Sulsel Pasrah Satu Atletnya Tersingkir

Kamis, 18 Agustus 2011 04:13 WIB
Image Print

Makassar (ANTARA News) - Pengprov Persaudaraan Bela Diri Kempo Indonesia (Perkemi) Sulawesi Selatan mengaku pasrah jika satu atletnya diputuskan tidak lolos tampil ke Pekan Olahraga Nasional (PON) XVIII Riau 2012.

Sekretaris Umum Perkemi Sulsel Bonay Syam, di Makasssar, Rabu, mengatakan, satu atlet terbaiknya yakni Ade Irma memang terancam tidak bisa tampil karena hanya menempati posisi delapan di babak kualifikasi, di Makassar.

Terkait mengenai keputusan PB Perkemi tentang siapa atlet yang akhirnya dinyatakan lolos peringkat baru akan ditentukan pada pertengahan September 2011.

"Kami tentu sangat berharap PB Perkemi dapat meloloskan Ade Irma ke PON. Namun jika keputusannya hanya mengambil posisi lima teratas maka kami tentu siap menerimanya," jelasnya.

Menurut Bonay, jumlah kuota yang diperebutkan di babak kualifikasi memang jauh kebih sedikit dibandingkan PON XVII Kaltim 2008.

Pada PON lalu, kuota yang bisa diperebutkan yakni sebanyak 24 kelas, namun untuk pelaksanaan PON 2012 nanti, PB Perkemi hanya menyiapkan sekitar 14 kelas pertandingan.

Selain itu, untuk nomor randori yang menjadi andalan Sulsel meraih tiket, juga turun drastis. Artinya, posisi delapan yang menjadi ukuran PON lalu memang terancam tidak lagi berlaku.

"Kami akan tetap memperjuangkan nasib Ade Irma di PON. Namun kita juga akan siap menerima keputusan apapun dari PB Perkemi nantinya," katanya.

Pada babak kualifikasi lalu, Perkemi Sulsel menyatakan telah meloloskan tiga atlet yakni Ade Irma (48 kg), Dian Pertiwi (45 kg) dan Ronald Huyanto yang berhasil mempersembahkan satu-satunya emas bagi Sulsel di nomor 60 kg.
"Meskipun hasil yang kita raih di babak kualifikasi kurang maksimal, namun kita tetap menyambut gembira atas penampilan mereka. Mudah-mudahan semuanya bisa memberikan penampilan yang lebih baik lagi di PON nanti," ujar Pelatih Kempo Sulsel Budi Nirboyo. (T.PSO-283/F003)



Pewarta :
Editor: Daniel
COPYRIGHT © ANTARA 2026