Logo Header Antaranews Makassar

Rumah Warga Jadi Hotel Bagi Peziarah

Rabu, 8 April 2009 05:09 WIB
Image Print

Kupang (ANTARA Sulsel) - Gubernur Nusa Tenggara Timur (NTT), Frans Lebu Raya mengatakan, masih minimnya fasilitas penginapan di Larantuka, ibu kota Kabupaten Flores Timur, bukan menjadi kendala bagi para peziarah Katolik berkunjung ke kota itu untuk mengikuti Prosesi Jumat Agung.

"Warga kota itu selalu siap membuka pintu rumahnya bagi siapa pun yang berziarah ke Larantuka untuk menginap di rumahnya. Ini sudah mentradisi," katanya dalam sebuah percakapan dengan ANTARA di Kupang, Rabu, terkait dengan masih minimnya fasilitas hotel di Reinha Rosari, sebutan khas Kota Larantuka untuk menampung wisatawan.

Prosesi Jumat Agung di Larantuka sudah menjadi bagian dari wisata rohani bagi umat Katolik di seluruh dunia saat menjelang Paskah.

Namun, fasilitas penunjang wisata seperti hotel dan infrastruktur pendukung lainnya belum memadai sehingga masih menjadi kendala untuk menjaring lebih banyak wisatawan berkunjung ke kota kecil di ujung timur Pulau Flores itu.

Gubernur Lebu Raya mengatakan, banyak investor berkeinginan untuk membangun hotel di Larantuka, namun dari sisi bisnis mereka merasa kurang beruntung, karena Prosesi Jumat Agung berlangsung sekali dalam setahun menjelang Paskah.

Prosesi Jumat Agung dengan mengarak patung Bunda Maria Reinha Rosari (pelindung Kota Larantuka) dan patung Tuan Ana (Yesus Kristus) keliling Kota Larantuka dalam hening dan doa itu, merupakan tradisi peninggalan Portugis sejak abad ke-16, namun masih dipertahankan oleh gereja Katolik setempat hingga kini.

Jauh sebelum tibanya Prosesi Jumat Agung pada 10 April 2009, semua penginapan di Larantuka sudah dipesan para peziarah dari mancanegara, nusantara, dan NTT, sehingga tak ada lagi kamar kosong bagi para peziarah yang datang sepekan menjelang prosesi.

Larantuka mulai terasa hening dalam doa saat tibanya Kamis Putih (9/4) atau sehari menjelang perayaan Prosesi Jumat Agung, sehingga pelaksanaan pemilu legislatif pun digeser waktu pelaksanaannya pada 14 April 2009 untuk menghormati kekhuzukan umat Katolik dalam menjalankan ibadah pada Kamis Putih yang bersamaan dengan pelaksanaan pemilu.

Gubernur Lebu Raya mengatakan, fasilitas penginapan di Kota Reinha Rosari Larantuka memang sangat terbatas, namun tak ada satu pun peziarah atau wisatawan merasa terlantar di Tanah Larantuka.

"Warga Larantuka akan menjadikan rumah tinggalnya sebagai hotel bagi para peziarah jika tak lagi mendapat penginapan. Inilah bentuk budi yang dapat diberikan warga kepada siapa pun yang berziarah ke Larantuka," katanya.
(T.L003/M015)