Logo Header Antaranews Makassar

Harga Cabai di Majene Melonjak Tajam

Rabu, 31 Agustus 2011 03:14 WIB
Image Print

Majene, Sulbar (ANTARA News) - Jelang lebaran, harga cabai di pasar tradisional Kabupaten Majene, Sulawesi Barat, melonjak tajam sejak dua hari terakhir.

"Harga cabai saat ini mengalami kenaikan karena 'stock' cabai ditingkat pedagang menurun, sementara permintaan masyarakat tinggi,"kata Nurjannah, salah seorang pedagan bumbu-bumbuan di pasar tradisional di Majene, Selasa.

Menurutnya, harga cabai naik signifikan menjelang Lebaran dengan harga jual saat ini telah mencapai Rp20.000/kilogram dari harga yang berlaku pada awal puasa.

"Pada awal Ramadhan, harga cabai masih berlaku sekitar Rp7.000/kilogram. Namun, sejak H-3 Lebaran harga cabai ini naik melebihi 100 persen,"tuturnya.

Ia menyampaikan, kebutuhan cabai semakin meningkat seiring datangnya hari Lebaran sehingga memicu melonjaknya harga cabe pada tingkat pedagang pengecer di pasaran.

"Kebutuhan cabai meningkat jelang datangnya lebaran. Para pedagang di pasar menjual dengan harga mahal karena harga yang didapatkan dari distributor juga mengalami kenaikan,"kata dia.

Nurjannah menyampaikan, pedagang cabai selama ini hanya mengandalkan stok dari daerah Kabupaten Enrekang, Sulawesi Selatan, dan sejumlah penghasil cabai di Sulbar.

Hal senada dikatakan, Mardiana, salah seorang pedagang cabai merah di pasar tradisional Majene, mengakui, jika harga kebutuhan cabai melambung sejak tiga hari terakhir.

"Jika pada awal Ramadhan harga cabai masih dapat kita jual dengan harga Rp7.000/kilogram namun sejak tiga hari terakhir harga cabai melambung tinggi di pasaran,"kata dia.

Ia mengakui, harga cabai yang didapatkan pun ikut bergerak naik sehingga pedagang terpaksa ikut menjual dengan harga mahal seiring datangnya Lebaran tahun ini.

"Masyarakat tetap membeli cabai walaupun harganya relatif mahal untuk digunakan kelengkapan bumbu dapur untuk persiapan lebaran tahun ini,"jelasnya.

Selain harga cabai yang naik kata dia, sejumlah kebutuhan sembako juga turut bergerak naik walaupun kenaikannya relatif masih dianggap yang wajar.

"Memang kebutuhan sembako lain seperti beras, minyak curah mengalami lonjakan harga. Namun kenaikannya masih dapat terjangkau oleh masyarakat,"pungkasnya. (T.KR-ACO/Y006)



Pewarta :
Editor:
COPYRIGHT © ANTARA 2026