Logo Header Antaranews Makassar

Sulsel Turunkan 2.000 Mahasiswa Berantas Buta Aksara

Jumat, 16 September 2011 16:40 WIB
Image Print

Makassar (ANTARA News) - Pemerintah Provinsi Sulawesi Selatan bekerja sama dengan Universitas Hasanuddin dan Universitas Negeri Makassar menurunkan 2.000 mahasiswa untuk memberantas buta aksara.

Kepala Badan Perencanaan Pembangunan Daerah (Bappeda) Provinsi Sulsel Tan Malaka Guntur di Makassar, Jumat, mengatakan, program kerja sama pemberantasan buta aksara tersebut menggunakan anggaran sebesar Rp1,2 miliar dari APBD Perubahan 2011 dan direncanakan dimulai pada Oktober 2011.

Selain melakukan pendataan yang susunan teknisnya dipandu oleh Badan Pusat Statistik (BPS), para mahasiswa tersebut juga akan memberikan pelajaran membaca kepada penduduk sasaran dengan masa program selama dua bulan.

"Kami belum punya target penurunan tapi dengan program ini kami akan memperoleh data pasti di masing-masing desa dan kecamatan. Kami tidak berharap semua bisa langsung membaca, minimal yang sudah tamat SD bisa membaca lagi karena banyak yang sudah bisa membaca jadi tidak bisa lagi karena tidak melanjutkan sekolah," jelasnya.

Menurutnya, terdapat enam hingga delapan kabupaten yang menjadi sasaran prioritas program di antaranya Takalar, Jeneponto, Gowa, dan Bone.

Pemerintah provinsi bertekad untuk memberantas buta huruf dan berharap minimal berada di peringkat 10 besar. Secara nasional Sulsel berada di peringkat 18 pemberantasan buta aksara. BPS mencatat penduduk buta aksara rata-rata berusia 45 tahun ke atas.

Strategi pemberantasan buta huruf difokuskan pada 10 kabupaten terendah melek huruf, serta intervensi dan intensifikasi kejar paket A dan B pada usia 15-45 tahun. (T.KR-RY/N002)



Pewarta :
Editor:
COPYRIGHT © ANTARA 2026