Logo Header Antaranews Makassar

Stok Darah PMI Makassar Minim

Jumat, 30 September 2011 20:20 WIB
Image Print
Makassar (ANTARA News) - Ketua Palang Merah Indonesia (PMI) Makassar, Syamsu Rizal MI, mengatakan stok darah untuk kebutuhan di Makassar dinilai masih minim, tetapi dapat memenuhi permintaan bila diperlukan.

"Saat ini stok darah di lemari pengawet PMI sekitar 312 kantong, kita menganggap itu masih minim dan hanya bisa bertahan beberapa hari, Idealnya 600 kantong darah," katanya di Makassar, Jumat.

Menurut dia, untuk standar nasional stok darah minimal ada 300 kantong, sementara Makassar sudah masuk standar. Namun, berdasar pada permintaan yang cukup besar di Makassar hal itu dirasa minim.

"Permintaan darah di Makassar cukup besar, bila melihat standar jumlah penduduk di Indonesia minimal 2 persen yang mendonorkan darahnya. Untuk itu kita terus menggalakkan aksi donor darah di masyarakat," katanya.

Mantan anggota DPRD Makassar itu mengungkapkan, di hari kerja sangat sedikit pendonor yang mendonorkan darahnya sehingga stok defisit, tetapi bila hari libur antara Sabtu dan Minggu pendonor meningkat dari hari biasanya.

"Kita urutan pertama di Indonesia paling siap, dan sudah melampaui standar nasional. Tetapi kendalanya ada pada fasilitas dan bangunan yang tidak representatif sebab untuk memenuhi permintaan harusnya didukung fasilitas dan lainnya, sementara bangunan sekarang ini tidak memadai," ungkapnya.

Ia mengaku, bangunan baru untuk PMI untuk mendukung sarana dan prasarana sementara ini masih terkendala dalam anggaran sementara fasilitas pendukung sangat diharapkan agar dapat memenuhi permintaan.

"Makanya kami mengambil inisiatif membuka tempat donor di tempat umum untuk mengakomodir pendonor. Anggaran yang baru dikumpulkan baru Rp200 juta sementara dibutuhkan miliaran rupiah pada pembangunan gedung baru," ucapnya.

Tak hanya itu, seraya menambahkan, masyarakat diminta agar sadar berdonor serta tidak mengeluhkan biaya pembelian kantong darah. Hal itu dikarenakan biaya operasional untuk mensterilkan darah cukup tinggi.

"Darah itu tidak mahal, kenapa dibebankan biaya, sebab untuk mensterilkan darah harus melalui prosedur dan itu membutuhkan biaya termasuk biaya operasional dalam bekerja," tambahnya. (T.PSO-282/Y008)



Pewarta :
Editor:
COPYRIGHT © ANTARA 2026