
Harga Beras di Mamuju Naik

Mamuju (ANTARA News) - Harga beras di sejumlah pasar di Kota Mamuju, Provinsi Sulawesi Barat kembali naik setelah sebelumnya sempat turun.
Hj. Husniah, salah seorang pedagang beras di pasar tradisional Mamuju, Senin, mengatakan, beras terpaksa dijual mahal karena harga yang didapatkan dari distributor juga tinggi.
"Sejak tiga hari terakhir ini pedagang mulai menjual dengan harga mahal. Naiknya harga kebutuhan pokok ini karena pembelian beras yang dilakukan Bulog pada petani juga tinggi,"katanya.
Ia mengatakan, semua jenis beras yang dijual naik seperti beras cap madina sebelumnya Rp170.000/25 kilogram dan saat ini Rp180.000/25 kilogram, cap putri duyung Rp180.000 dari harga sebelumnya Rp175.000/25 kilogram.
Demikian pula beras cap mutiara biru naik menjadi Rp180.000 dari harga sebelumnya Rp175.000/25 kilogram, cap bambu seharga Rp180.000/25 kilogram dari harga sebelumnya Rp175.000/25 kilogram.
"Rata-rata jenis beras mengalami kenaikan termasuk harga beras cap merpati sebelumnya Rp165.000/25 kilogram kini menjadi Rp170.000/25 kilogram,"ungkapnya.
Husniah menyampaikan, jelang datangnya Idul Adha 1432 Hijriah, pasokan beras dari distributor tetap lancar.
Rata-rata beras yang didatangkan ke Mamuju dari kabupaten Polman, (Sulbar), Kabupaten Pinrang dan Sidrap (Sulsel).
"Tiga daerah ini adalah sentra penghasil beras yang setiap saat memasok kebutuhan masyarakat di Mamuju,"kata dia.
Ia menambahkan, meski harga kebutuhan beras terbilang mahal namun daya beli masyarakat tetap stabil untuk memenuhi kebutuhannya.
"Masyarakat tetap membeli beras per karung. Biasanya, jika harga itu tidak wajar maka masyarakat terkadang membeli dalam bentuk kiloan ,"pungkasnya. (T.KR-ACO/S016)
Pewarta :
Editor:
COPYRIGHT © ANTARA 2026
Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.
