Logo Header Antaranews Makassar

Gubernur Serahkan Empat Ekor Sapi Kurban

Minggu, 6 November 2011 12:10 WIB
Image Print
Belopa, Luwu (ANTARA News) - Gubernur Sulawesi Selatan Syahrul Yasin Limpo menyerahkan hewan kurban sebanyak empat ekor sapi usai melaksanakan salat Idul Adha di Masjid Agung Belopa, Kabupaten Luwu, Minggu.

Hewan kurban tersebut diserahkan gubernur kepada Bupati Luwu H Andi Muzakkar, usai salat Ied di Masjid Agung Belopa dengan Khatib H Nur Maulana yang diikuti ribuan jamaah yang memadati halaman dan jalan sekitar masjid.

Selain gubernur, Ketua DPRD Sulsel H Muh. Roem juga menyerahkan hewan kurban satu ekor sapi, Bupati Luwu Andi Mudzakar, satu ekor sapi dan hewan kurban lainnya dari sekretariat pemerintah kabupaten yang seluruhnya berjumlah 64 ekor sapi kurban.

Gubernur mengatakan, makna dari berkurban adalah mempererat tali persaudaraan, menghidupkan toleransi dan kebersamaan melalui pengorbanan.

"Karena kita mengorbankan ego kita, subjektivitas kita untuk sebuah kebersamaan dan kebersamaan adalah kekuatan untuk menghadirkan kedamaian. Rahmat tuhan akan hadir pada daerah damai," katanya.

Inti kurban adalah untuk mengevaluasi dan mengingatkan manusia tidak hidup sendiri.

"Kita siap berkorban untuk orang lain. Menguji sejauh mana keyakinan dan komitmen kita. Begitu juga pada pekerjaan kita karena tugas adalah ibadah. Yang tidak boleh terjadi adalah kita kurang dari kemarin atau tidak semakin profesional," tambahnya.

Ibadah kurban, tambahnya, adalah amanah dan kepercayaan yang sangat relevan dengan kehidupan manusia dalam setiap perannya.

Kabupaten Luwu juga menerima bantuan sebesar Rp500 juta untuk pembangunan jembatan di Desa Balubu Kecamatan Bajo dari Pemerintah Provinsi Sulsel.

Gubernur menjelaskan, bantuan tersebut merupakan stimulan untuk kegiatan-kegiatan besar terutama dalam menyikapi masalah daerah.

"Salah satunya untuk pengendalian bencana untuk mendukung apa yang sudah dilakukan kabupaten sebagai penyempurnaan," katanya.

Ia menegaskan, dipilihnya Belopa sebagai tempat pelaksanaan salat IED tidak ada sama sekali hubungannya dengan politik.

"Sama sekali tidak, saya kerja bukan untuk politik tapi untuk rakyat yang telah memilih saya. Saya mensyukuri politik yang lalu jadi bukan politik-politikan, ini ibadah," jelasnya. (T.KR-RY/S016)



Pewarta :
Editor:
COPYRIGHT © ANTARA 2026