Logo Header Antaranews Makassar

PLN Kupang Jamin Atasi Krisis Listrik

Kamis, 23 April 2009 01:44 WIB
Image Print

Kupang (ANTARA Sulsel) - PLN Cabang Kupang menjamin dapat mengatasi krisis listrik di ibukota Provinsi Nusa Ternggara Timur (NTT) mulai Mei 2009.

"Kami targetkan, mulai 15 Mei 2009, sistem pemadaman bergilir di Kota Kupang sudah tidak diberlakukan lagi," kata Manajer PLN Cabang Kupang, Ignatius Rendroyoko di Kupang, Kamis.

Ia menambahkan, saat ini pihaknya sedang melakukan pemeliharaan total terhadap tiga unit mesin pembangkit berkapasitas 7 megawatt (MW).

"Pada pertengahan Mei nanti, tiga unit mesin pembangkit ini sudah bisa dioperasikan untuk menompang sembilan unit mesin pembangkit yang ada dengan kapasitas 22 MW," ujarnya.

Ia menambahkan, kekuatan pembangkit yang hanya memiliki daya 22 MW ini, tidak mampu melayani kebutuhan listrik bagi seluruh masyarakat Kota Kupang, sehingga harus dilakukan pemadaman bergilir pada malam dan siang hari dengan interval pemadaman dua hari sekali dari sebelumnya empat kali sehari.

"Kami terpaksa mempercepat frekuensi pemadaman tersebut karena dua unit mesin pembangkit dengan kapasitas 1x2 MW harus mendapat perbaikan segera," katanya.

Rendroyoko mengatakan, satu unit mesin pembangkit harus diganti olinya, sedang satu unit mesin pembangkit lainnya terindikasi naik temperatur mesinnya, sehingga harus diistirahatkan.

Ia menjelaskan, kemampuan daya yang ada tidak mampu melayani kebutuhan listrik bagi semua warga Kota Kupang, karena kebutuhan beban jauh lebih besar sehingga harus dilakukan pemadaman bergilir dengan mempertimbangkan konfigurasi sistem yang ada ada.

Beban puncak pada malam hari antara pukul 18:00-19:00 Wita, kata Rendroyoko, mencapai 28 MW dari daya listrik yang ada hanya 22 MW, sehingga daya listrik antara 5-6 MW harus dipadamkan.

Sementara beban puncak siang hari antara pukul 09:00-10:00 Wita, tambahnya, berkisar antara 18-21 MW, karena meningkatnya penggunaan alat penyejuk ruangan (AC), komputer dan lemari es.

"Perkantoran pemerintah dan swasta serta rumah sakit harus mendapat giliran padam. Ini sesuatu yang sangat tidak menyenangkan, namun kami harus melakukannya. Jika kami paksakan, maka Kota Kupang akan padam total untuk beberapa hari lamanya," ujar Redroyoko.

Ia mengatakan, untuk mengatasi krisis listrik jangka panjang, pihaknya harus melakukan pemeliharaan terhadap tiga unit mesin pembangkit dengan daya 7 MW serta menyewa dua mesin pembangkit dengan kapasitas 1x2 MW untuk mengganti dua unit mesin pembangkit yang sedang dalam perbaikan.

"Jika tiga unit mesin pembangkit tersebut serta dua unit mesin pembangkit sewaan itu dioperasikan, saya optimistis bisa mengatasi pemadaman bergilir di Kota Kupang dan sekitarnya. Krisis listrik ini kita harapkan segera berakhir, dan kami harapkan 15 Mei mendatang sudah bisa normal kembali," kata Rendroyoko.
(T.L003/T010)