
BPMD : Fasilitator Malas Dipotong Gaji

Mamuju (ANTARA News) - Fasilitator program gerakan pembangunan desa berbasis masyarakat mandiri (Bangun Mandar) yang dicanangkan pemerintah di Sulawesi Barat yang diketahui malas dalam melaksanakan tugasnya terancam dipotong gaji.
"Setiap fasilitator Bangun Mandar yang ketahuan malas dalam melaksanakan tugasnya, akan diberikan sanksi tegas," kata Kepala Badan Pemberdayaan Masyarakat Desa (BPMD), Mulyadi Bintaha, di Mamuju, Jumat.
Ia mengatakan, pihaknya sudah menerima laporan dari masyarakat bahwa banyak fasilitator program Bangun Mandar yang malas melaksanakan tugasnya, sehingga bagi mereka yang malas akan diberikan sanksi tegas yakni gajinya akan dipotong dengan disesuaikan dengan masa waktunya tidak masuk bekerja.
"Setiap fasilitator yang melanggar karena malas akan diberikan sanksi tegas, yakni gajinya dikurangi sesuai dengan masa waktunya tidak melaksanakan kewajibannya menjadi fasilitator bangun mandar,"katanya.
Menurut dia, program bangun mandar harus dimaksimalkan dengan meningkatkan sumber daya manusia yang mengelola bangun mandar dengan meningkatkan kedisiplinan, karena program tersebut diharapkan berhasil menekan angka kemiskinan dan meningkatkan kesejahteraan masyarakat.
"Tanpa profesionalisme dan kedisiplinan maka sulit bagi bangun mandar berhasil diwujudkan sebagai program yang dapat menekan angka kemiskinan dan meningkatkan kesejahteraan masyarakat,"katanya.
Ia mengatakan, bangun mandar merupakan program yang disinergikan dan mirip dengan program nasional pemberdayaan masyarakat mandiri pedesaan (PNPM-MP) yang dilaksanakan pemerintah pusat di Sulbar.
Menurut dia, bangun mandar merupakan program yang didanai sekitar Rp2 miliar per kecamatan dari setiap desa sasaran di lima kabupaten, program itu digagas langsung gubernur Sulbar, Anwar Adnan Saleh untuk mengangkat status desa tertinggal menjadi desa yang lebih mapan.
Ia mengatakan program Bangun Mandar sudah bergulir sejak tahun anggaran 2010 dengan membidik 66 desa sasaran dan tahun ini kembali digulirkan kembali tahun 2011 dengan menyentuh sedikitnya 135 desa sasaran.(T.KR-MFH/B019)
Pewarta :
Editor:
COPYRIGHT © ANTARA 2026
Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.
