
Pelajar Gorontalo Peringati Hari Bangkit PII

Gorontalo (ANTARA Sulsel) - Puluhan pelajar madrasah di Gorontalo, Senin, menggelar aksi unjuk rasa memperingati Hari Bangkit ke-62 Pelajar Islam Indonesia (PII) yang bertepatan dengan tanggal 4 Mei.
Para siswa yang mengenakan seragam sekolah itu membawa sejumlah spanduk, yang menyuarakan gerakan anti narkotika, psikotropika, dan zat aditif lainnya (NAPZA) di Kota Gorontalo.
"Selama ini, pemerintah masih pandang bulu dalam memberantas narkoba, padahal Kota Gorontalo sudah ditetapkan sebagai Kota Madrasah," kata koordinator aksi, Mohamad Ikbal.
Tak hanya itu, katanya, razia yang kerap dilakukan pemkot tidak menjangkau semua hotel yang ada di Kota Gorontalo.
"Terbukti masih ada hotel dan kafe yang masih menjual minuman keras dan tak pernah dirazia oleh pemerintah setempat," katanya.
Untuk itu, para siswa meminta pemkot tidak tebang pilih dalam memberantas maksiat, narkoba, dan minuman keras yang peredarannya kian luas di wilayah tersebut.
Julukan Kota Madrasah yang disematkan untuk Gorontalo, katanya, seharusnya mencerminkan nuansa pendidikan religi dan bukan pendidikan kekerasan seperti yang ada saat ini.
"Di kota ini juga masih banyak preman berkeliaran dan tak ada upaya pemerintah mengurangi," katanya.
(T.D015/E011)
Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.
