Logo Header Antaranews Makassar

WARGA PERBATASAN INDONESIA - FILIPINA MINTA DEPOT BBM

Rabu, 12 November 2008 09:16 WIB
Image Print

Manado, 12/11 (ANTARA) - Sejumlah warga yang berada di perbatasan Indonesia dan Filipina, khususnya di Kabupaten Talaud, Sulawesi Utara (Sulut), meminta pemerintah dan Pertamina agar membangun depot Bahan Bakar Minyak (BBM) untuk memudahkan warga setempat memperoleh BBM.

"Kami warga yang tinggal di daerah kepulauan sangat sulit mendapatkan BBM. Apalagi kelangkaan BBM terjadi hampir seiap hari," kata tokoh generasi muda Talaud, Tonny Lamagari, Rabu.

Harga jual jenis premium dan solar saat ini sudah mencapai Rp15 ribu per liter dan minyak tanah dijual Rp10 ribu per liter. Sementara pangkalan BBM hanya terbatas di ibukota Kabupaten Talaud, Melonguane, katanya.

Menurut alumnus FISIP Universitas Sam Ratulangi (Unsrat) Manado itu, pemerintah harus mempertimbangkan aspirasi masyarakat Talaud tentang pengadaan Depot BBM, sehingga tidak memberikan dampak berat bagi warga di perbatasan Indonesia dan Filipina itu.

"Jika pemerintah kurang mengakomodir aspirasi warga, dikhawatirkan banyak tindakan kriminal bakal terjadi di perairan Sulut, seperti masuknya distribusi BBM ilegal hingga tindakan lainnya," ujarnya.

Menurut anggota DPRD Sulut dari daerah pemilihan Sangihe dan Talaud, Olden Waloni, pemerintah harus mempertimbangkan kehadiran Depot BBM, karena ada puluhan daerah kepulauan di daerah tersebut minim suplai BBM.

"Boleh saja harga BBM naik atau diturunkan, asalkan pasokan ke daerah perbatasan lancar setiap hari, katanya, sambil menyebutkan suplai BBM masih bergantung di Depot Tahuna," katanya.


(T.H013/B/F002/F002) 12-11-2008 11:21:52