
Pemerintah Daerah Diminta Lakukan Vaksin Ternak Babi

Manado (ANTARA Sulsel) - Pemerintah daerah Sulawesi Utara (Sulut) diminta segera melakukan vaksinasi ke ribuan ternak babi di daerah itu, guna mengantisipasi dampak penyebaran flu babi.
Pemberian vaksin bagi ternak babi di Sulut sebagai langkah keamanan (bio security) bagi ternak babi itu sendiri maupun masyarakat, sehingga tidak terjangkiti virus H1N1, kata anggota DPRD Sulut, James Karinda, di Manado, Rabu.
Penyebaran virus H1N1 itu sudah menggegerkan dunia, bahkan telah memakan korban jiwa, sehingga diharapkan tidak berdampak luas di Sulut.
"Sejauh ini penyebaran penyakit flu babi di luar negeri terjadi antar manusia, sehingga belum masuk di Sulut," kata personil Fraksi PDIP itu.
Selain pemberian vaksin bagi ternak babi, pemerintah juga harus mengantisipasi masuknya virus mematikan itu ke Sulut, dengan memperketat keamanan di Bandara Sam Ratulangi dan Pelabuhan.
Kemudian menyiapkan ruangan khusus bagi penderita (suspect) flu babi di setiap rumah sakit, sehingga terkontrol dengan baik.
Kepala Dinas Pertanian dan Peternakan Propinsi Sulut, Herry Rotinsulu, mengatakan, Sulut minim vaksinasi jenis okorela guna mengatasi berbagai penyakit flu babi di daerah itu.
Stok vaksin okorela di Sulut saat ini hanya sebanyak 10 ribu botol, sementara populasi ternak babi sebanyak 315 ribu ekor tersebar di 13 kabupaten dan kota.
Pemerintah Sulut telah mengusulkan permintaan tambahan vaksin ke pemerintah pusat, sehingga upaya pencegahan penyakit bagi ternak babi bisa diantisipasi dengan baik dan optimal.
(T.H013/E001)
Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.
