Logo Header Antaranews Makassar

Mutasi Guru Majene Setelah UN

Selasa, 21 Februari 2012 20:19 WIB
Image Print

Majene, Sulbar (ANTARA News) - Mutasi guru di Kabupaten Majene, Sulawesi Barat direncanakan paling lambat setelah pelaksanaan ujian nasional (UN) untuk menjawab beberapa kekurangan tenaga pengajar pada wilayah terpencil di daerah itu.

Kepala Dinas Pendidikan Majene Abdul Hamid di Majene, Selasa, mengatakan, mutasi guru akan dilaksanakan setelah UN tahun ini. Hal itu didasarkan pada pertimbangan psikologi guru maupun siswa yang akan melaksanakan UN dalam waktu dekat.

"Kami tetap akan melaksanakan mutasi guru, khususnya mereka yang melaksanakan aktivitas mengajar di wilayah perkotaan, tapi kami masih menunggu waktu yang tepat untuk merealisasikan proses mutasi tahun ini," ungkapnya.

Dia mengungkapkan, mutasi harus sesuai Surat Keputusan Bersama (SKB) lima menteri yang mengisyaratkan dilakukannya pemerataan guru mulai dari wilayah perkotaan hingga wilayah pelosok sehingga terjadi pemerataan tenaga pengajar.

Hamid menambahkan, hal tersebut bertujuan pada realisasi program mengajar bagi guru yang telah mendapatkan sertifikasi agar dapat memenuhi kuota jam mengajar. Minimal dalam sepekan tenaga pengajar harus memenuhi kuota 24 jam mengajar.

"Seorang guru yang telah mendapatkan sertifikasi diwajibkan memenuhi kuota mengajar minimal 24 jam dalam sepekan. Sementara, setiap guru di wilayah perkotaan masih sangat sulit merealisasikan syarat tersebut padahal di wilayah pelosok masih sangat banyak sekolah yang tidak memiliki guru," lanjutnya.

Dia berharap agar saat mutasi dilaksanakan, setiap guru dengan arif menerima penempatan mereka masing-masing, sebab sebelum diangkat menjadi Pegawi Negeri Sipil (PNS) telah menandatangani surat kesepakatan yang menyatakan siap di tempatkan di mana saja.

Hamid mengaku akan mengaktifkan seluruk Unit Pelaksana Teknis Dinas yang selama ini dinilai tidak berjalan masimal yang mengakibatkan banyak masalah terjadi pada beberapa sekolah di wilayah terpencil tidak disampaikan ke Disdik.

Diakui, pihaknya akan terus membenahi Disdik yang memiliki peran cukup penting dalam membangun daerah, apalagi kabupaten ini memiliki orientasi untuk menjadi pusat pelayanan pendidikan di Sulbar.

"Tidak ada satu pun negara yang mampu menciptakan sebuah peradaban besar dan dapat bertahan lama bila tidak ditopang dengan pondasi pendidikan," tandasnya. (T.KR-AAT/S016)



Pewarta :
Editor:
COPYRIGHT © ANTARA 2026