Logo Header Antaranews Makassar

Pemadaman Mendadak Sering Terjadi di Gorontalo

Senin, 11 Mei 2009 06:28 WIB
Image Print

Gorontalo (ANTARA Sulsel) - Pemadaman listrik mendadak, di luar jadwal yang telah ditentukan, masih kerap terjadi di provinsi Gorontalo.

Dalam satu hari, pemadaman mendadak itu bisa terjadi empat hingga lima kali, dengan durasi yang bervariasi antara enam menit hingga enam jam. "PLN perlu memperhatikan hal ini," kata Cici , salah seorang warga di Kabupaten Bone Bolango, Senin.

Ia mengatakan, pemadaman liar tersebut, cukup mengganggu aktivitasnya sehari-hari.

Ivan, salah seorang warga di kota Gorontalo mengemukakan hal serupa. "Pekerjaan saya amat tergantung pada ketersediaan listrik. Pemadaman mendadak ini benar-benar membuat kami merugi," ujar pria yang menjalankan usaha fotokopi di sekitar kampus Universitas Negeri Gorontalo ini.

Sementara itu, Kepala Cabang PLN Gorontalo, Arifin Akuba mengakui bahwa pemadaman mendadak itu terjadi, bila mesin pembangkit listrik tenaga diesel yang selama in idigunakan mengalami kerusakan.

"Maklum, usia mesinnya sudah cukup tua, elum lagi esarnya beban puncak pemakaian, yang tak mampu lagi ditanggulangi mesin-mesin itu," kata dia.

Dia mengatakan, untuk mengatasi pemadaman mendadak serta krisis listrik di Gorontalo, maka tak ada cara selain menunggu proses pembangunan pembangkit listrik tenaga uap (PLTU) di Kecamatan Anggrek, Gorontalo Utara, 2 x 25 Mega Watt (MW).

Selama ini pihaknya memang terpaksa memberlakukan pemadaman listrik bergilir dua kali seminggu yang dibagi paa sejumlah wilayah.

"Mudah-mudahan sudah bisa beroperasi akhir 2010 atau 2011," kata dia.
(T.M031/F004)