
Gubernur Sulbar Puji Besarnya Pendapatan Perusahaan Sawit

Mamuju (ANTARA News) - Gubernur Sulawesi Barat memuji pendapatan perusahaan sawit PT Astra Agro Lestari (AAL) yang beroperasi di Kabupaten Mamuju dan Mamuju Utara Provinsi Sulawesi Barat senilai Rp638 miliar setiap tahun.
"Luar biasa pendapatan PT ALL yang mampu mencapai Rp638 miliar setiap tahun dan berarti perusahaan itu telah memberikan kontribusi yang besar bagi perekonomian negara dan daerah,"kata Gubernur Sulbar Anwar Adnan Saleh di Mamuju, Sabtu.
Ia mengatakan, meski tidak secara langsung perusahaan sawit memberikan kontribusinya bagi daerah, namun telah memberikan kontribusi bagi negara dengan menyumbang pendapatan dari hasil pendapatan sawitnya, sekitar Rp9,8 miliar setiap tahun dalam bentuk dana bagi hasil pajak.
"Dana alokasi khusus APBN yang selama ini masuk ke Sulbar untuk digunakan melaksanakan pembangunan disegala bidang salah satunya disumbangkan perusahaan sawit PT AAL yang selama ini beroperasi di Sulbar,"katanya.
Oleh karena itu ia mengatakan, perusahaan sawit PT ALL harus tetap menjalankan usahanya mengembangkan sawit di Sulbar agar terus dapat memberikan kontribusi bagi peningkatan perekonomian negara.
"Kalau selama ini perusahaan sawit PT AAL lebih banyak mengembangkan perkebunan inti yang dikuasai perusahaan maka kedepan harus banyak mengembangkan perkebunan plasma dengan memberdayakan masyarakat petani sawit agar mereka juga dapat berkembang mengelola perkebunan sawit,"katanya.
Sehingga kata dia, terjadi pemerataan pembangunan ekonomi dari hasil perkebunan sawit baik untuk perusahaan maupun untuk masyarakat sehingga semuanya merasakan dampak kesejahteraan secara ekonomi.
Ia juga mengingatkan dalam mengembangkan sawit perusahaan dapat memperhatikan lingkungan agar tidak rusak terkena dampak dari pengolahan sawit di pabrik yang dimiliki.
"PT ALL harus memperhatikan lingkungan mengelola sawit karena lingkungan aset masa depan yang harus dipelihara kelansungannya,"katanya.
PT AAL yang telah berkiprah di Sulbar selama 20 tahun mengelola perkebunan sawit sejak 1991, memiliki sejumlah anak perusahaan diantaranya PT Pasangkayu, PT Letawa, PT Mamuang, PT Surya Raya Lestari I yang beroperasi di Kabupaten Mamuju Utara
Kemudian PT Badra Sukses, dan PT Surya Raya Lestari II yang beroperasi di Kabupaten Mamuju.
Ia mengatakan, secara keseluruhan PT AAL telah mengelola luas areal perkebunan sawit seluas 37.000 hektare, terdiri dari perkebunan inti atau milik perusahaan sekitar 29.000 hektare dan sekitar 8.000 hektare perkebunan plasma milik masyarakat.
PT AAL memiliki tenaga kerja yang bekerja pada sejumlah anak perusahaan perkebunan sawitnya sekitar 9.500 jiwa terdiri dari 6.900 jiwa diantaranya adalah penduduk lokal. (T.KR-MFH/M027)
Pewarta :
Editor:
COPYRIGHT © ANTARA 2026
Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.
