
DPRD Harap CSR Perusahaan Sawit Untuk Pendidikan

"Di Mamuju Utara (Matra) telah memiliki empat perusahaan perkebunan kelapa sawit. Jika program CSR itu diarahkan untuk pengembangan pendidikan maka beban APBD akan menjadi ringan," kata Ketua DPRD Matra, Lukman Said di Pasangkayu Matra, Kamis.
Matra, Sulbar (ANTARA Sulbar) - Pimpinan DPRD Kabupaten Mamuju Utara, Sulawesi Barat, berharap agar program Corporate Social Responsibility (CSR) perusahaan perkebunan kelapa sawit ikut memperhatikan untuk sektor pengembangan pendidikan.
"Di Mamuju Utara (Matra) telah memiliki empat perusahaan perkebunan kelapa sawit. Jika program CSR itu diarahkan untuk pengembangan pendidikan maka beban APBD akan menjadi ringan," kata Ketua DPRD Matra, Lukman Said di Pasangkayu Matra, Kamis.
Menurutnya, keberadaan perusahaan perkebunan kelapa sawit yang tergabung PT Astra Group selama ini memang telah menyalurkan kegiatan CSR, namun untuk membantu sektor pendidikan perlu ditingkatkan lagi.
Karena itu kata Lukman, akan segera berkoordinasi dengan pihak perusahaan perkebunan agar program CSR untuk pendidikan bisa dimaksimalkan.
"Kegiatan CSR merupakan suatu program perkebunan kelapa sawit yang berupa bentuk kerjasama atau bantuan kepada masyarakat sekitar perkebunan. Program ini muaranya untuk menjalin hubungan kerjasama dengan masyarakat dan pemerintah daerah," katanya.
Ia juga meminta kepada mahasiswa yang ada di Matra juga melakukan kajian terkait program pendidikan yang mendesak untuk diselesaikan.
Seperti kata dia, pembangunan pondokan mahasiswa/pelajar yang ada di beberapa tempat seperti di Makassar, Mamuju maupun pemondokan yang ada di kota Palu.
"Bentuk kepedulian perusahaan terhadap masyarakat di daerah ini harus terjalin dengan baik. Perusahaan tidak hanya mengutamakan kepentingannya, akan tetapi juga memperhatikan kesejahteraan masyarakat sekitar termasuk pelajar," katanya. FC Kuen
Pewarta : Aco Ahmad
Editor:
COPYRIGHT © ANTARA 2026
Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.
