
Warga Tapandullu Butuh Jalan dan Jembatan

Mamuju (ANTARA News) - Umumnya warga yang bermukim di Desa Tapandullu, Kecamatan Simboro, Kabupaten Mamuju, Sulawesi Barat, membutuhkan sarana pembangunan infrastruktur berupa jalan dan jembatan.
"Saat ini kita masih dihadapkan berbagai kendala yakni tidak membaiknya sarana jalan dan jembatan sehingga menghambat perekonomian masyarakat di daerah itu,"kata Mursyid salah seorang warga Tapandullu di Mamuju, Senin.
Menurutnya, sarana infrastruktur berupa jalan dan jembatan masih sangat buruk sehingga butuh perhatian serius dari pemerintah kabupaten Mamuju.
"Sebenarnya warga di desa kami setiap tahunnya mengusulkan untuk segera dibangun infrastruktur jalan dan jembatan melalui Musrembang. sayangnya, usulan itu tak pernah ada tindaklanjutnya,"kata dia.
Ia berharap pemerintah setempat peka terhadap kondisi yang dirasakan masyarakat untuk segera membangun daerah Tapandulullu khususnya pembangunan jalan dan jembatan.
Betapa tidak, kata dia, akses jalan dan jembatan hingga sekarang ini masih sangat buruk sehingga menghambat laju perekonomian masyarakat di daerah itu.
Jika infrastruktur jalan dan jembatan memadai kata dia, maka bukan tidak mungkin daerah yang terisolir ini bisa maju dan berkembang seperti desa lainnya yang ada di Mamuju.
Menyikapi masalah ini, anggota DPRD Mamuju, Malik Ballako, berjanji akan mengakomodasi apa yang menjadi aspirasi masyarakat yang ada di Tapandullu.
"Kita akan upayakan menyiapkan alokasi pembangunan jalan dan jembatan di Tapandullu melalui APBD Perubahan tahun 2012,"ungkap dia.
Malik Ballako yang juga politisi Partai Patriot ini mengatakan, masih banyak persoalan masyarakat yang belum bisa diakomodir akibat keterbatasan anggaran daerah.
"Minimnya anggaran membuat banyak program yang belum bisa tersentuh. Kita harap, keluhan masyarakat di Tapandullu bisa terakomodir minimal pada APBD-Perubahan tahun ini dan paling lambat tahun anggaran 2013.
(T.KR-ACO/S006)
Pewarta :
Editor:
COPYRIGHT © ANTARA 2026
Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.
