Logo Header Antaranews Makassar

Disperindag Maluku Terus Bina Pengolah Limbah Sagu

Rabu, 27 Mei 2009 06:04 WIB
Image Print

Ambon (ANTARA Sulsel) - Dinas Perindustrian dan Perdagangan Maluku, akan terus melakukan pembinaan intensif kepada kelompok Usaha Kecil dan Menengah (UKM) Gaba-Gaba Sweet Molluca, yang mengelola berbagai limbah pohon sagu menjadi aneka cenderamata.

"Sejak 2006 pembinaan terus dilakukan melalui pelatihan ekspor dan badan pengembangan ekspor nasional," kata Kabid Perdagangan Dalam Negeri Disperindag Maluku, Elvys Pattiselanno di Ambon, Rabu.

Tujuan pembinaan dan pelatihan adalah untuk meningkatkan kreativitas dan daya cipta para pengrajin Gaba-Gaba Sweet Molluca agar mampu bersaing dengan produk cinderamata daerah lain.

Selain pembinaan dan pelatihan, UKM tersebut diikut-sertakan dalam kegiatan-kegiatan promosi seperti pameran ekspor agar bisa memperkenalkan aneka kerajinan industri rumah tangga khas itu kepada masyarakat luar Maluku.

Selama ini keberadan pohon sagu hanya dimanfaatkan masyarakat untuk mengambil daun serta pelepahnya untuk dijadikan atap rumah dan hiasan dinding, dan tepungnya dijadikan sagu atau papeda (makanan khas Maluku).

Pattiselanno mengatakan, sebenarnya limbah sagu bisa dikelola menjadi sumber pendapatan yang cukup ekonomis bila ada kreativitas masyarakat untuk menjadikannya sebagai aneka barang kerajinan seperti kotak sabun, buket atau pot bunga, dan hiasan dinding dengan berbagai motif.

"Untuk itulah Disperindag Maluku memberikan bantuan pembinaan, agar para pengrajin di kelompok Gaba-Gaba Sweet Molluca lebih terangsang kreativitasnya untuk lebih inovatif dalam mengolah limbah pohon sagu," katanya.

Berkat pembinaan dan pelatihan selama ini, UKM tersebut semakin berkembang dalam menciptakan berbagai cinderamata menarik seperti rangkaian bunga yang dikemas dalam bingkai foto dari bahan daun, akar dan batang sagu.

Produk-produk itu selain dipromosikan lewat kegiatan pameran juga dipajang di tempat-tempat penjualan "Oleh-Oleh" (tempat khusus untuk menjual berbagai hasil kerajinan masyarakat Maluku), agar lebih dikenal masyarakat setempat maupun para turis.
(T.J007/H-CS)