Logo Header Antaranews Makassar

PLN Diminta Prioritas Listrik Pulau Terluar

Rabu, 20 Juni 2012 15:22 WIB
Image Print
Makassar (ANTARA News) - Perusahaan Listrik Negara (PLN) diminta agar memprioritaskan pengadaan aliran listrik di Pulau-pulau terluar yang berada di wilayah Provinsi Sulawesi Selatan.

"Kami meminta PLN agar memprioritaskan pengadaan listrik di pulau padat penduduk dan pulau terluar di Sulsel," kata anggota DPRD Sulsel Adnan Puritcha di Makassar, Rabu.

Menurutnya, program 1.000 pulau yang ada di Indonesia, khususnya di Sulsel belum sepenuhnya menikmati listrik. Hal inilah yang menjadi kendala dan pengharapan masyarakat yang ada di pulau-pulau tersebut menginginkan adanya listrik.

"Program itu kan sudah lama, tetapi tidak diperhatikan pemerintah. Banyak pulau tidak terakomodir, mereka berharap agar PLN mendistribusikan listrik salah satunya pengadaan Genset yang dibiayai melalui Corporate Social Responsibility (CSR)," ujarnya.

Mengenai keterbatasan daya listrik untuk Kota Makassar, kata dia, berdasar data pihak PLN Sulselrabar, jatah cadangan listrik masih tersisa 97 Megawatt (MW) dari total lebih dari 700 MW.

"Menurut pihak PLN masih tersisa 97 MW tetapi masih saja krisis listrik dengan pemadaman bergilir. Sementara beban puncak berada pada posisi 680 MW dari 700 MW lebih yang digunakan saat ini," paparnya.

Sebelumnya, Direktur Konstruksi PT PLN (Persero) Nasri Sebayang, menyatakan, PLN Wilayah Sulselrabar akan memiliki tambahan stok daya kurang lebih 500 Megawatt.

Beberapa Pembangkit Listrik Tenaga Uap (PLTU) yang menghasilkan daya yakni PLTU Jeneponto dengan daya 2x125 MW, PLTU Barru 2x50 MW dan PLTU Poso 3x60 MW, dan lainnya sementara pembangunan.

"Sulsel mendapat daya sekitar 500 megawatt untuk energi baru. PLN saat ini tengah mengenjot pembangunan PLTU secara bertahap di wilayah Sulawesi dan diperkirakan rampung sampai akhir tahun," katanya.

Humas PLN Wilayah Sulselrabar, M Yamin Lole menambahkan, masuknya PLTU Jeneponto menambah stok daya mencapai 720 MW dengan beban puncak saat ini secara keseluruhan mencapai 680 MW. (T.KR-DF/F003)



Pewarta :
Editor:
COPYRIGHT © ANTARA 2026