
Pemkot Makassar harus Sinkronkan Data Raskin

Makassar (ANTARA News) - Kepala Bappeda Kota Makassar H Ibrahim Saleh mengatakan, Pemkot Makassar masih harus menyinkronkan data penerima beras untuk masyarakat penerima beras miskin (raskin).
"Sebab masih ada kebingungan kami di lapangan, karena data Pemkot Makassar mencatat sekitar 68 ribu masyarakat miskin, sementara data BPS 2011 mencatat sekitar 90 ribu orang miskin di Makassar," kata Ibrahim di Makassar, Senin.
Dia mengatakan, sementara jatah alokasi beras miskin yang diperoleh dari pemerintah pusat tercatat sekitar 48 ribu orang saja.
Menurut dia, data BPS dan Pemkot Makassar sangat jauh perbedaannya yakni mencapai sekitar 20 persen. Padahal dari segi tingkat laju inflasi mengalami penurunan dan pertumbuhan ekonomi Kota Makassar mengalami kenaikan yang cukup signifikan.
"Jadi sangat tidak rasional jika dalam waktu setahun, terjadi penambahan penduduk miskin sekitar 20 persen dari 68 ribu orang miskin pada 2010 menjadi 90 ribu orang lebih penduduk miskin pada 2011," katanya.
Sementara itu, alokasi Raskin yang diberikan pemerintah pusat hanya sekitar 48 ribu Rumah Tangga Sasaran (RTS).
Berkaitan dengan hal tersebut, lanjut Ibrahim, pihaknya masih akan ke Jakarta mengurus sikronisasi data Raskin atau penduduk miskin untuk mendapatkan kejelasan.
"Ini harus jelas data mana yang harus dipakai sebagai acuan di lapangan. Kami sendiri sudah dua kali melakukan pertemuan dengan pihak BPS setempat, namun tidak ada titik temu," katanya. (T.S036/M009)
Pewarta :
Editor:
COPYRIGHT © ANTARA 2026
Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.
