
DP2 Makassar aktifkan TGC guna mencegah penyebaran PMK

Makassar (ANTARA) - Dinas Perikanan dan Peternakan (DP2) Makassar, Sulawesi Selatan mengaktifkan Tim Gerak Cepat (TGC) sebagai upaya pencegahan penyebaran wabah
penyakit mulut dan kuku (PMK) pada hewan ternak usai temuan satu kasus di daerah itu.
Kepala DP2 Makassar Evi Aprialty di Makassar, Rabu, mengatakan TGC ini langsung respon cepat melakukan investasi, melakukan pendataan populasi yang terancam terjangkiti , memperkuat komunikasi dan edukasi kepada masyarakat.
"Termasuk melakukan disenfeksi, hingg melakukan lock down lalu lintas hewan ternak ke Makassar yang diperkuat melalui surat edaran," katanya.
Ia menjelaskan pihaknya telah membentuk sembilan tim yang akan turun menyasar ke titik-titik atau lokasi peternakan di Makassar, untuk melakukan pengecekan dan pemeriksaan kesehatan hewan.
"Dari sembilan tim ini masing-masing beranggotakan lima orang untuk turun memeriksa kondisi hewan ternak," ujarnya.
Sebelumnya, seekor sapi diketahui positif PMK usai dilakukan pengujian di laboratorium Balai Besar Veteriner Maros. Sehingga dilakukan langkah antisipasi untuk menekan penyebaran wabah yang menyerang ternak tersebut.
Hewan ternak sapi tersebut yang positif PMK ditemukan dijual oleh pedagang di Kecamatan Manggala, Makassar.
Kecurigaan terhadap ternak itu bermula dari adanya dua sapi yang memiliki luka di bagian mulut. Tim lantas mengambil sampel darah untuk diperiksa dan memisahkan ternak tersebut dari kawanan lain, demikian Evi Aprialty .
Pewarta : Abdul Kadir
Editor:
Anwar Maga
COPYRIGHT © ANTARA 2026
