
Bulog Nilai Harga Beras di Mamuju Stabil

Mamuju (ANTARA News) - Jajaran Sub-Divre Badan Urusan Logistik (Bulog) menilai harga beras yang dijual pedagang pada dua pasar tradisional di Kabupaten Mamuju, Sulawesi Barat, terbilang stabil semenjak memasuki bulan suci Ramadhan 1433 Hijriyah.
"Hasil pantauan kami pada dua pasar tradisional di Mamuju menunjukkan naiknya harga beras yang dijual oleh pedagang masih wajar sehingga belum layak untuk dilakukan kegiatan Operasi Pasar (OP)," kata Kepala Sub-Divre Bulog Mamuju, Marhabang di Mamuju, Kamis.
Menurutnya, beberapa jenis beras yang dijual pedagang memang ada yang bergejolak naik.
Namun begitu, naiknya harga beras tersebut dalam ambang batas yang wajar-wajar karena tidak melampaui hingga diatas 10 persen.
"Jika gejolak harga beras naik melampaui 10 persen maka kami dari Bulog bersedia melakukan OP untuk menstabilkan kondisi harga beras,"katanya.
Ia mengatakan, Petunjuk Teknis pelaksanaan Operasi Pasar (OP) dari Bulog Pusat telah diterima untuk melakukan penertiban harga beras apabila pedagang menaikkan harga kebutuhan pokok masyarakat khususnya di bulan Ramadhan,
Marhabang mengakui, jika saat ini stok beras yang tersedia di gudang juga terbilang aman untuk menutupi kebutuhan Rumah Tangga Sasaran (RTS) penerima raskin di dua kabupaten yakni Mamuju dan Mamuju Utara.
"Stok beras yang tersedia telah mencapai hingga 1.796 ton atau aman hingga Desember 2012 mendatang," ungkap Marhabang. (T.KR-ACO/Z002)
Pewarta :
Editor:
COPYRIGHT © ANTARA 2026
Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.
