
Stok Beras Parepare Aman Hingga Lebaran
Minggu, 29 Juli 2012 20:14 WIB

"Pengadaan beras di Bulog Pare-Pare sangat tinggi dan bahkan terbesar diluar Bulog yang ada di Jawa,"kata Kepala Perum Bulog Subdivre Wilayah II Parepare, Sabaruddin Amrullah, di Mamuju, Minggu.
Menurutnya, realisasi pengadaan beras ini gencar dilakukan untuk mengantisipasi ketersediaan pangan dalam rangka menghadapi momentum Idul Fitri dan bahkan hingga akhir tahun 2012.
"Dengan stok beras yang tersedia sekarang ini maka kami dari Bulog merasa optimis akan mampu memenuhi kebutuhan masyarakat pada tiga kabupaten yang menjadi wilayah kerja kami yakni Kota Parepare, Barru dan Kabupaten Pinrang,"jelas Sabaruddin.
Mantan Kepala Bulog Mamuju ini menuturkan, realisasi stok beras sebesar 75.600 ton tersebut sudah melampaui target kebutuhan di wilayah kerjanya sehingga upaya pemerataan stok ke berbagai wilayah provinsi telah tersedia secara optimal.
Untuk distribusi raskin dari Januari hingga Juli 2012, kata dia, telah mencapai 100 persen.
"Penyaluran raskin telah kami laksanakan 100 persen. Ini juga berkat kerja sama apik antara Bulog dan pemerintah kota dan pemerintah kabupaten di wilayah kerja kami,"ucapnya,
Penyaluran raskin ini harus dilaksanakan tepat waktu guna meringankan beban ekonomi masyarakat miskin yang ada di wilayah kerjanya yakni Kota Parepare, Kabupaten Barru dan Kabupaten Pinrang.
Secara terperinci kata dia, jumlah RTS di Kabupaten Barru mencapai 11.741 KK (Kepala Keluarga), dengan total kuantum beras 176.115 kg.
Kemudian untuk Kota Pare-Pare kata dia, jumlah RTS mencapai 5.208 KK dengan total kuantum beras 78.120 kg dan selanjutnya di Pinrang 19.481 RTS dengan total kuantum beras 292.215 kg.
"Setiap RTS tetap mendapat kuota raskin 15 Kg per bulan dengan harga tetap sesuai ketentuan yakni Rp1.600/kg hingga ke titik distribusi," kata Sabaruddin. (T.KR-ACO/B008)
Pewarta :
Editor:
COPYRIGHT © ANTARA 2026
Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.
