
Menembak - Penembak Sulsel Terkendala Peluru

Makassar (ANTARA News) - Tim menembak Sulawesi Selatan mengakui persiapan menghadapi PON XVIII sedikit mengalami kendala akibat kekurangan peluru untuk latihan.
Ketua Harian Perbakin Sulsel Najib Akib di Makassar, Jumat, mengatakan, persoalan peluru sudah terjadi sejak lama, namun belum teratasi hingga kini. Kondisi itu dikhawatiran akan berpengaruh terhadap peluang Sulsel di PON.
"Sebenarnya masalah ketiadaan peluru untuk latihan sudah terjadi bulan lalu. Namun untungnya kita masih memiliki sedikit cadangan sehingga atlet tetap bisa berlatih," ujarnya.
Pengprov Persatuan Olahraga Berburu dan menembak Indonesia (Perbakin) Sulsel, lanjutnya, telah memesan amunisi di Semarang. Pihaknya berharap kiriman peluruh sudah tiba sebelum persediaan habis.
"Peluru yang kita pesan dari Semarang kualitas Jerman jadi tidak bisa sembarang. Mudah-mudahan satu dua hari ke depan sudah terkirim sehingga atlet bisa kembali fokus mempersiapkan diri," katanya.
Menghadapi PON 2012, Perbakin Sulsel telah mematok target medali perak. Target tersebut dibebankan kepada Firdana Bintara yang merupakan satu-satunya atlet yang berhasil merebut tiket PON XVIII di nomor air rifle match.
Pengprov Perbakin Sulsel juga mengaku cukup optimistis merebut medali karena Firdana Bintara telah membuktikan kemampuannya saat tampil di babak kualifikasi PON di Jakarta, 26 Maret - 1 April 2012.
"Firdana Bintara yang masih berusia 17 tahun akan menghadapi seniornya di PON. Saya kira tidak masalah karena Firdana juga punya modal saat merebut medali perak di Pra PON," katanya. (T.KR-DF/F003)
Pewarta :
Editor:
COPYRIGHT © ANTARA 2026
Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.
