Logo Header Antaranews Makassar

BPOM Makassar Turunkan Lima Tim ke Daerah

Minggu, 5 Agustus 2012 15:10 WIB
Image Print

Makassar (ANTARA News) - Balai Pengawasan Obat dan Makanan Makassar menurunkan lim tim ke lima daerah di Sulawesi Selatan, untuk mengintensifkan pengawasan makanan olahan dan obat-obatan.

"Untuk mengintensifkan pengawasan di lapangan pada Ramadhan dan menjelang hari lebaran, telah diturukan lima tim diantaranya ke Kabupaten Bone dan Sinjai," kata Kepala BPOM Makassaar Muh Guntur di Makassar, Minggu.

Ia mengatakan pada saat permintaan tinggi seperti momen Ramadhan, pihaknya berupaya mencegah adanya aksi spekulan di lapangan yang ingin mencari keuntungan lebih dengan menggunakan zat berbahaya ataupun menjual barang kadaluwarsa.

Hal tersebut berdasarkan fenomena di lapangan bahwa pada pekan pertama hingga pekan kedua Ramadhan ditemukan sejumlah bahan pangan olahan yang diindikasikan mengandung zat berbahaya.

Di antaranya di pusat perbelanjaan Panakkukang, Makassar ditemukan ikan asin, telur yang mengandung bahan pengawet berbahaya yakni formalin, sementara di Pasar Terong ditemukan cendol, kolang-kaling dan cincau yang mengandung boraks.

Bersama dengan instansi terkait, lanjut dia, pihaknya sudah memberikan peringatan keras kepada pihak managemen perusahaan retail di mal Panakkukang, termasuk mengingatkan pedagang pasar tradisional agar tidak pasokan yang mengandung zat berbahaya.

"Oleh karena itu, kami terus menyosialisasikan ciri-ciri produk yang mengandung zat berbahaya," katanya.

Sebagai gambaran, cendol atau cincau yang jika dipegang terasa sangat kenyal dan tidak mudah hancur, patut dicurigai mengandung boraks atau zat perekat yang berbahaya jika dikonsumsi manusia. (T.S036/M008)



Pewarta :
Editor:
COPYRIGHT © ANTARA 2026