Logo Header Antaranews Makassar

Korban Kebakaran Mamuju Berharap Bantuan

Sabtu, 11 Agustus 2012 22:58 WIB
Image Print
Mamuju (ANTARA News) - Sebanyak 26 Kepala Keluarga (KK) yang menjadi korban kebakaran yang melanda kawasan pasar sentral Mamuju, Sulawesi Barat, pada Jum'at (10/8) pukul 14.00 Wita, kini berharap adanya bantuan dari pemerintah maupun para donatur lainnya.

"Sulit rasanya untuk memulai usaha pascakebakaran ini lantaran semua harta benda yang saya kumpulkan selama 20 tahun telah ludes terbakar api,"kata H.Arif salah seorang korban kebakaran di Mamuju, Sabtu.

Menurutnya, usaha yang dirintisnya selama 20 tahun terakhir itu kini sirna dan harus kembali memulai dari titik nol untuk mengembangkan usahanya.

"Peristiwa yang menimpa itu merupakan cobaan terberat yang kami alami. Kami ingin memulai kembali merintis usaha tetapi rasanya sangat berat karena terkendala modal usaha,"kata dia.

Karena itu kata dia, dirinya dan korban lainnya berharap ada perhatian pemerintah untuk mengurangi derita para korban minimal bantuan tambahan modal usaha tanpa bunga.

"Bantuan dana bergulir untuk pelaku UKM sangat kami nantikan agar korban kebakaran ini bisa merintis usaha baru untuk menapkahi kebutuhan keluarga,"terangnya.

Saat ini kata dia, para korban kebakaran harus rela ditampung di rumah keluarga karena bangunan rumah tokoh (Ruko) belum bisa dibangun.

"Tidak mungkin keluarga kami harus terus menerus ditampung di rumah sanak keluarga,"urainya sembari membersihkan puing-puing bangunan ruko miliknya.

Hal senada dikatakan, H.Iwan yang juga menjadi korban kebakaran turut berharap bantuan dari pemerintah setempat.

"Korban kebakaran ini nyaris 100 persen adalah pedagan. Makanya, bantuan yang paling kami nantikan adalah pemberian modal usaha tanpa bunga dari pemerintah maupun lembaga donor lainnya,"ucapnya sambil mengusap mukanya.

Iwan mengatakan, saat kejadian dirinya tak sempat mengambil dokumen penting seperti sertifikat tanah, ijazah maupun dokumen lainnya.

"Saya tidak bisa berbuat banyak karena terkejut melihat kepulan asap dan kobaran api sudah membesar. Saya hanya bisa menyelematkan diri seraya meminta tolong kepada warga lainnya,"ungkapnya. (T.KR-ACO/M009)




Pewarta :
Editor:
COPYRIGHT © ANTARA 2026