Logo Header Antaranews Makassar

Penerimaan Pajak Bantaeng Lampaui Target

Sabtu, 6 Oktober 2012 04:38 WIB
Image Print
Bantaeng, Sulsel (ANTARA News) - Penerimaan pajak di Kantor Pajak Pratama Kabupaten Bantaeng, Sulawesi Selatan, tahun pajak 2011 mencapai Rp320 miliar, melampaui target yang ditetapkan sebesar Rp311 miliar atau mencapai 103 persen

Penerimaan pajak sebesar itu diperoleh 70 persen dari para bendaharawan, kata Kepala Kantor Pajak Pratama Bantaeng Syamsinar SP, M.Com pada Sosialisasi Perpajakan dan Pemberian Penghargaan kepada Bendaharawan Pembayar Pajak Terbesar dan Bendaharawan Patuh di Kabupaten Bantaeng, Jumat.

Bendaharawan pembayar pajak terbesar diberikan kepada Bendahara Rutin Dinas Pendidikan, Pemuda dan Olahraga, Bendahara Pengeluaran Kantor Kementerian Agama dan Bendahara Pengeluaran Polres Bantaeng.

Sedang bendahara yang dinilai patuh membayar pajak diberikan kepada Bendahara Pengeluaran KPPN Bantaeng, Bendahara Pendidikan Gratis MTs Ma'rif Banyorang serta Bendahara Dana BOS SD Negeri 14 Allu.

Penghargaan dari Kantor Pajak Pratama tersebut diserahkan Bupati Bantaeng HM Nurdin Abdullah disaksikan Sekda HM Yasin dan pimpinan Satuan Kerja Perangkat Daerah (SKPD) di daerah berjarak 120 kilometer arah selatan Kota Makassar ini.

Menurut Syamsinar, hingga September 2012, Kantor Pajak Pratama Bantaeng juga telah menerima pajak yang melampaui target nasional. Keberhasilan ini juga berkat bantuan para bendaharawan.

Karena itu, pihaknya memberi penghargaan kepada para bendaharawan sebab tanpa peran para bendaharawan, prestasi ini tidak mungkin bisa diraih, ujarnya seraya berharap para bendaharawan tidak hanya menyetor dan memungut tetapi juga diharapkan memberi laporan.

Dari 3.900 bendaharawan yang ada di Bantaeng, hanya 60 hingga 70 persen yang melakukan laporan bulanan, pada pelaporan tersebut diperlukan untuk melakukan pengawasan terhadap obyek pajak, ujarnya.

Bupati Bantaeng Prof Dr HM Nurdin Abdullah mengemukakan pentingnya kesadaran membayar pajak sebab pajak merupakan tulang punggung Negara.

Menurutnya, meski pembayaran pajak kita masih lebih kecil dibandingkan di negara lainnya, namun bila dana dari masyarakat itu dikelola dengan baik, tentu akan bermanfaat.

Ia kemudian memberi gambaran pembangunan jalan yang menelan biaya miliaran, padahal bila dibandingkan dengan pembayaran PBB setiap rumah tangga, mungkin hanya Rp30 ribu.

Bupati berharap peningkatan penerimaan pajak melalui kehadiran industri skala besar yang segera hadir di Bantaeng. Kedua industri terbaru yang akan menanam modal di daerah itu yakni industri pengolahan biji nikel (smelter).

Kedua industri tersebut diharapkan segera terwujud sehingga pembayaran pajaknya juga menjadi signifikan. Untuk saat ini, lanjutnya, kita mulai dari Bendaharawan yang diharapkan menjadi teladan untuk menjadikan daerah ini menjadi pusat pertumbuhan ekonomi baru di bagian selatan Sulsel. (T.KR-MH/F003)



Pewarta :
Editor:
COPYRIGHT © ANTARA 2026