Logo Header Antaranews Makassar

Kepolisian Diminta Bebaskan 11 Mahasiswa Pamulang

Kamis, 1 November 2012 06:08 WIB
Image Print

Makassar (ANTARA News) - Puluhan orang mengatasnamakan Konsolidasi Mahasiswa Nasional (Komando) Indonesia berunjuk rasa meminta kepolisian membebaskan 11 mahasiswa Universitas Pamulang yang ditahan di Markas Polda Metro Jaya Jakarta pascabentrokan dengan aparat.

"Kami minta polisi segera membebaskan rekan kami mahasiswa Universitas Pamulang karena kami nilai mereka tidak bersalah," kata Jenderal Lapangan Aksi Ardhan Setya saat berorasi di depan Kampus UIN Alauddin Makassar, Rabu.

Dalam aksi itu mahasiswa membakar ban bekas dan merintangi jalan hampir tiga jam, ratusan kendaraan terpaksa berjalan lambat akibat akses ruas satu jalan Sultan Alaudddin di sebelah kiri ditutup mahasiswa.

Bahkan mobil tangki BBM milik PT Pertamina yang melintas sempat ditahan mahasiswa. Mereka kemudian membentangkan spanduk sambil naik ke mobil tersebut untuk berorasi. Setelah puas berorasi mahasiswa kemudian melepaskan mobil itu.

Sebelumnya, penangkapan 11 mahasiswa Universitas Pamulang (Unpam) terjadi tepat di depan kampus, pascabentrokan polisi dengan mahasiswa pada Kamis (18/10). Bentrokan antara mahasiswa Unpam dengan polisi terkait penolakan kedatangan Komjen Pol Nanan Sukarna di kampusnya.

"Ini merupakan bentuk arogansi dan represif polisi kepada mahasiwa. Mereka adalah mahasiswa bukan kriminal, hentikan kriminalisasi kepada kami. Karena itu, kami minta 11 laskar Unpam segera dibebaskan," tutur Yusuf Mattawang kordinator aksi.

Dia menyebutkan, aksi itu adalah rangkaian refleksi memperingati Sumpah Pemuda saat kekerasan dan premanisme aparat kepolisian masih berlangsung, sementara perjuangan reformasi telah mati suri.

"Dengan semangat Sumpah Pemuda dan menjunjung tinggi solidaritas mahasiswa maka gerakan komando meminta agar polisi bijak dalam menentukan keputusan dengan tidak melakukan tindakan premanisme kepada mahasiswa," tandasnya.

Setelah puas berorasi mahasiswa yang tergabung dari beberapa kampus kemudian membubarkan diri sehingga arus jalan kembali normal. (T.KR-DF/A013)



Pewarta :
Editor: Daniel
COPYRIGHT © ANTARA 2026