
Jelang Sidang MWA, Calon Rektor IPB Siap Bersinergi

Bogor, Jabar (ANTARA News) - Menjelang Sidang Paripurna MWA yang akan memilih Rektor IPB pada Kamis (29/11), tiga calon Rektor menyatakan komitmen untuk saling bersinergi pada sebuah forum silaturahmi dengan pimpinan MWA di Bogor.
"Ketiganya putera terbaik hasil seleksi Senat Akademik dan penjaringan aspirasi sebelumnya, yang layak memimpin IPB. Forum ini dilaksanakan untuk berbagi pemikiran demi memajukan IPB di atas landasan kearifan bersama" ujar Ketua MWA, Prof Chozin di Bogor, Rabu.
"Sinergi para calon Rektor berbentuk komitmen untuk saling berbagi pemikiran, jejaring dan program, siapapun yang terpilih menjadi Rektor nantinya. Ketiganya akan terus berkomunikasi dan berbagi pandangan untuk kemajuan IPB" ujar Chozin.
Pertemuan ini digagas oleh pimpinan MWA sebagai forum bertukar pikiran diantara para calon Rektor, termasuk menggali gagasan-gagasan bernilai dari para bakal calon Rektor lainnya yang tak lolos pada tahap tiga besar hasil seleksi Senat Akademik (SA) pada tanggal 6 November 2012.
Pertemuan dihadiri oleh Ketua MWA Prof Muhammad Chozin, Wakil Ketua Dr Ahmad Mukhlis Yusuf, Sekretaris MWA Prof. Rizal Syarief, Ketua Tim Gabungan Penyusun Statuta IPB Prof Roedhy Poerwanto dan tiga calon Rektor.
Ketiga calon Rektor yang akan mengikuti proses Sidang Paripurna MWA adalah Rektor saat ini, Prof Herry Suhardiyanto, Dr Asep Saefudin, dan Prof Zairin Junior.
"Lahan pengabdian akademik begitu luas, sebab ilmu-ilmu pertanian yang ditekuni para dosen dan mahasiswa IPB sangat strategis. IPB adalah kumpulan insan akademis yang ingin melakukan ikhtiar terbaik bagi almamater dan bangsanya. Jabatan Rektor adalah amanah dan kepercayaan yang harus dijalankan dengan sebaik-baiknya " ujar Rektor IPB, Prof. Herry Suhardiyanto.
"Kami bertiga siap bersinergi agenda memajukan IPB, sebab berbagai persoalan pangan, energi, lingkungan, pembangunan ekonomi, dan pengentasan kemiskinan yang jadi tantangan bangsa ini relevan dengan kompetensi utama IPB sebagai tempat bersemainya sains, teknologi, dan inovasi serta lulusan yang berkarakter kewirausahaan untuk menjawab tantangan bangsa tersebut" ujar Herry.
Di tempat yang sama, Dr Asep Saefudin menyatakan bahwa kepeloporan IPB pada berbagai inovasi pendidikan harus berlanjut, termasuk menggairahkan budaya akademik yang menjadi ciri utama masyarakat kampus. "Kepemimpinan yang kuat untuk menguatkan budaya akademik itu harus terjadi pada semua lini" ujar Asep.
"Salah satu contoh, IPB adalah pelopor model pendidikan yang merekrut calon-calon mahasiswa tanpa tes yang melihat rekam jejak calon. Setelah teruji berhasil secara nasional, banyak diikuti oleh kampus-kampus lainnya" ujar Asep menambahkan.
Prof Zairin Junior yang telah teruji berhasil memimpin program Diploma IPB juga siap bersinergi bagi perkembangan IPB selanjutnya.
"Kewirausahaan dalam proses pendidikan tinggi tidak semata-mata dalam pengembangan bisnis-bisnis baru yang jauh dari bidang pertanian tropika, melainkan proses penciptaan nilai tambah oleh kampus terhadap peran pertanian dan ilmu-ilmu pendukungnya bagi stakeholder yang dilayaninya," kata Zairin.
"Diperlukan kepemimpinan dan kelapangan sivitas akademik sebagai insan akademik untuk menumbuhkan potensi dari dalam secara bersama-sama," kata Zairin.
Ketiga calon Rektor tersebut menyatakan siap terpilih dan siap tak terpilih. Ketiganya menyatakan bahwa jalur stuktural dan fungsional di almamater adalah opsional dalam pengabdian sebagai insan akademik yang harus dibangun dengan integritas, amanah, dan profesional.
Penguatan kompetensi akademik yang dapat memberi nilai tambah bagi para pemangku kepentingan pembangunan pertanian juga menjadi sah satu ruh draft statuta IPB yang telah diserahkan oleh MWA dan Rektorat IPB kepada Mendikbud RI.
"Tim gabungan MWA, Dewan Guru Besar, Senat Akademik dan Rektorat telah menyelesaikan draft final statuta yang mengacu pada Undang-undang nomor 12 tahun 2012," ujar Ketua Tim Prof Roedhy Poerwanto.
Pemilihan Rektor IPB segera memasuki tahapan akhir, Sidang Paripurna MWA akan berlangsung pada Kamis (29/11) untuk memilih Rektor IPB.
Sidang terbuka akan dimulai pagi hari di Kampus IPB Darmaga yang melibatkan tanya jawab anggota MWA dan panel ahli yang beranggotakan para mantan Rektor.
Mendikbud yang memiliki hak suara sebesar 35 persen mewakilkan kehadirannya kepada Dirjen Dikti pada sidang terbuka tersebut. Selanjutnya, semua anggota MWA dan calon Rektor akan akan mengikuti Sidang Tertutup malam harinya yang akan dihadiri langsung oleh Mendikbud, Prof Muhammad Nuh, di Jakarta.
Ketua MWA, Prof Chozin menyampaikan apresiasi kepada seluruh Panitia Pemilihan Rektor yang dipimpin Prof Toto Toharmat dan sivitas akademika IPB yang telah terlibat dalam proses pemilihan Rektor yang berjalan dinamis dan konstruktif.
"Yang terpenting, dalam proses pemilihan Rektor ini adalah menguatnya kesadaran akan pentingnya semua unsur sivitas akademika untuk bersatu dan berbagi peran dalam mengembalikan peran IPB dalam menyelesaikan berbagai persoalan pembangunan yang berbasis pertanian dan bahari di negeri ini," ujar Chozin.(KR-MH/F003)
Pewarta :
Editor:
Daniel
COPYRIGHT © ANTARA 2026
