Logo Header Antaranews Makassar

Ilham Dapat Gelar Raja Pengayom Rakyat

Sabtu, 1 Desember 2012 21:47 WIB
Image Print
Enrekang, Sulsel (ANTARA News) - Calon Gubernur Sulawesi Selatan Ilham Arief Sirajuddin mendapat gelar bangsawan dengan sebutan "raja pengayom rakyat" di Kabupaten Enrekang, Sulsel, Sabtu.

Pemberian gelar tersebut dilakukan saat prosesi adat 'Maccerak Manurung' atau Pembukaan dan Pencucian Pusaka oleh Keluarga Besar Lopo Arung Bungin, di Desa Baruka, Kecamatan Bungin, Enrekang, karena dinilai peduli dengan rakyat.

Ilham diberi gelar Arung Corak Ongkopadang oleh keluarga Kerajaan Bungin yang diwakili Jusman Pagara, bermakna raja yang bijak mengayomi rakyatnya dan menerangi anak negeri. Pemberian gelar ditandai pembacaan berita acara.

"Mencermati susunan silsilah kerajaan, bagian dari keluarga Arung Bungin, maka Ilham layak diberi gelar turunan ke-12," kata Jusman Pagara mewakili keluarga kerajaan.

Beberapa prosesi penobatan diikuti Ilham mulai pembacaan kitab sakral Kerajaan Bungin, pengalungan bunga, tanda tangan berita acara dan mengayun di ayunan.

Penandatanganan berita acara ini dihadiri unsur kerajaan, kerukunan keluarga Bungin (KKB) Muhammad Yakob, pejuang 45 Bungin, dan perhimpunan mahasiswa Bungin serta Asisten I Imran Bidohang dan Asisten III Pemkab Enrekang Jayadi Silamma mewakili Bupati Enrekang Latinro Latunrung.

Usai prosesi pemberian gelar, Ilham memberikan apresiasi dan terima kasih sebesarnya atas penobatannya sebagai keluarga kerajaan.

Merujuk dari pembacaan silsilah kerajaan, dirinya hadir semata karena keluarga. Karena itu, Ilham yang berpasangan dengan Abdul Aziz Qahhar Mudzakkar (IA) sebagai calon gubernur dan wakil gubernur memohon doa keluarga semoga niat baik Ilham-Aziz untuk mengabdi kepada masyarakat Sulsel dapat terkabul.

Kepada pemerintah kabupaten, Ilham turut pula memberi apresiasi kepada Bupati Enrekang La Tinro La Tunrung karena memberikan tanda-tanda kemajuan dalam pembangunan di Enrekang ini.

Saat menuju lokasi ini, Ilham disambut musik khas bambu kemudian menunggangi kuda ke acara prosesi adat, yang jaraknya sekitar 300 meter dari lokasi parkiran mobil. Saat turun dari kuda, Ilham disambut pengalungan bunga.

Untuk menuju daerah Bungin, rombongan Ilham harus menempuh jalur terjal dan berliku di lereng gunung. Di desa ini, Ilham menyempatkan waktu luang melayat keluarga imam desa yang baru saja berduka cita. (T.KR-DF/S023)



Pewarta :
Editor:
COPYRIGHT © ANTARA 2026