Logo Header Antaranews Makassar

Pengaruh Saksi Terhadap Mega-Pro

Kamis, 11 Juni 2009 07:46 WIB
Image Print

Polman, Sulbar (ANTARA Sulsel) - Perdebatan alot tentang saksi terjadi dalam rapat Tim Pemenangan Megawati Soekarno Putri dan Prabowo Subianto (Mega-Pro) di Kabupaten Polewali Mandar, Sulawesi Barat.

Rapat dihadiri Partai PDIP, Partai Buruh, Partai Merdeka, Partai Gerinra dan Partai Kedaulatan.

Ketua Tim Pemenangan Mega-Pro Kabupaten Polewali Mandar, M. Yusuf di Polman, Kamis, mengatakan, merekrut saksi tidaklah mudah, jangan sampai kita merekrut saksi yang tidak jelas dan tidak bertanggung jawab.

Anggota tim lainnya, Aco Masruddin Mogot juga menambahkan bahwa saksi berpengaruh pada pendukung.

Jangan sampai dalam perekrutan saksi yang dipercayakan pada semua DPC dari koalisi partai Mega-Pro mengutus saksi dengan jumlah yang lebih sehingga akan terjadi pembengkakan dana operasional.

Dalam perekrutsan saksi juga dikhawatirkan dapat mengecawakan saksi yang dipilih oleh tiap DPC dari Partai pendukung Mega-Pro namun tidak digunakan dalam Pesta Demokrasi 8 Juli 2009 dan hal tersebut juga dapat berpengaruh pada pedukung.

Menurut Ketua DPC PDIP Polman, H. Aco Madjid Bello, berbicara persoalan saksi kita serahkan pada seluruh DPC Partai Pendukung lalu memberikan daftar nama saksi tersebut kepada Tim Pemenangan Mega-Pro kemudian dipilih sesui dengan basis masing-masing saksi.

Dari usulan yang diutarakan Ketua DPC PDIP Polman tersebut disambut baik oleh Para Partai pendukung.

Kemudian dari 761 Tempat Pemungutan Suara (TPS) yang ada di Kabupaten Polman, diusahakan menempatkan saksi sebanyak dua. Satu saksi Pemenangan dan satu lagi saksi cadangan.

Ini dilakukan untuk betul-betul mengawasi dan menilai jalannya proses pemilihan nantinya. Namun persoalan ini disanggah lagi oleh H. Ibrahim dari PDIP.

Merekrut saksi gampang-gampang saja, namun yang perlu dipertimbangkan adalah insentif yang akan diberikan pada mereka, kata Ibrahim, sebab dalam kegiatan-kegiatan yang dilaksanakan oleh Tim Pemenangan Mega-Pro itu menggunakan dana pribadinya. Dan sampai saat ini, menurut Ketua Tim Pemenangan Mega-Pro dana dari Pusat belum ada tapi akan segerah dicairkan.

Sekretaris Tim Pemenangan Mega-Pro membacakan estimasi anggaran yang disusun dengan nominal kurang lebih Rp1 miliar. Melaksanakan kegiatan dengan estimasi yang kecil berpengaruh pada perekrutan pendukung, lanjutnya.

Persoalan saksi tetap saja berlanjut, hingga membubarkan agenda rapat yang sebenarnya yaitu pembentukan Tim Pemenangan di tiap kecamatan.

"Saya rasa kita jangan berlarut-larut membahas persoalan saksi sehingga agenda rapat kita amburadul. Mungkin kita tinggalkan persoalan saksi lalu masuk dalam acara yang inti," ujar Aco Masruddin Mogot. Kemudian acarapun dilanjutkan pada agenda yang sebenarnya.

(T.PSO-105/F003)