Logo Header Antaranews Makassar

Terminal Liar Rugikan Angkutan Umum

Sabtu, 29 Desember 2012 20:15 WIB
Image Print

Makassar (ANTARA News) - Terminal liar yang digunakan mobil berpelat hitam, merugikan angkutan umum yang memiliki izin trayek.

"Pada musim penumpang atau liburan seperti ini, mobil berpelat hitam tidak masuk ke terminal, karena hanya menggunakan kawasan luar terminal yang lebih dikenal terminal liar," kata salah seorang sopir angkutan umum Hasbi di Terminal Regional Daya (TRD) Makassar, Sabtu.

Dia mengatakan, aktivitas mobil yang memanfaatkan terminal liar itu sangat merugikan angkutan umum yang melayani penumpang antarkabupaten kota dan provinsi.

Menurut dia, akibat kondisi tersebut rata-rata pendapatan sopir menurun hingga 50 persen dibandingkan kondisi normal. Sebagai gambaran, mobil penumpang yang melayani trayek Kota Makassar - Kabupaten Pinrang biasanya menghasilkan Rp300 ribu - Rp500 ribu per hari, kini hanya Rp250 ribu saja per hari.

"Apabila kondisi ini dibiarkan, maka selain merugikan para sopir dan pengelola angkutan yang resmi, juga merugikan pihak terminal," katanya.

Menyikapi kondisi tersebut, Ketua Organisasi Angkutan Darat (Organda) Kota Makassar Didin mengatakan, pihaknya mengancam akan berhenti membayar retribusi apabila pihak yang berkompeten tidak menertibkan operasional terminal liar dan mobil tanpa izin trayek.

"Harus ada sikap tegas untuk menertikan terminal dan angkutan liar itu," katanya.

Menanggapi hal tersebut Kepala PD Terminal Daya, Makassar Abidin Wahid mengatakan, penertiban terminal dan angkutan liar itu belum berjalan efektif.

"Hal ini disebabkan karena masih kurangnya koordinasi antara pihak aparat keamanan dengan pihak Pemkot/Pemkab dan Pemprov Sulsel," katanya. (T.S036/S006)



Pewarta :
Editor:
COPYRIGHT © ANTARA 2026