Logo Header Antaranews Makassar

Terminal Liar di Makassar Mulai Ditertibkan

Kamis, 2 Juni 2011 07:34 WIB
Image Print

Makassar (ANTARA News) - Terminal liar di Makassar, Sulawesi Selatan, mulai ditertibkan Dinas Perhubungan Kota Makasar dibantu Polantas Polrestabes, Lanud Hasanuddin dan Asosiasi Pemilik dan Supir Angkot Makassar.

"Tim sudah mulai bekerja untuk melakukan penertiban mulai hari ini (1/6) dan spanduk telah dipasang dengan ancaman hukuman bagi yang melanggar, termasuk pos pengendalian terminal liar sudah diaktifkan," kata Direktur Perusda Terminal Regional Daya saat rapat evaluasi dengan Komisi B Bidang Ekonomi, DPRD Kota Makassar, Rabu.

Menurut dia, kerugian dengan adanya terminal liar di luar terminal mencapai Rp300 ribu per hari disebabkan pajak dan retribusi tidak dijalankan.

Akibatnya, perusahaan terminal regional daya untuk tahun ini merugi dan tidak sehat karena angkutan bis dan mini bus antar kota/provinsi lebih memilih parkir diluar dan tidak mengisi lahan parkir di dalam sehingga terlihat kosong.

"Untuk kuartal I tahun 2011, Perusda dibebani Pendapatan Asli Daerah sebesar Rp37 miliar, sementara untuk merealisasikan itu kemungkinan bisa dilakukan asalkan semua bus dan angkutan kota dan provinsi masuk terminal," katanya.

Menurut dia, bukan wewenang Perusda untuk menertibkan terminal liar, melainkan tugas dinas perhubungan dan Polisi lalulintas sesuai amanah Undang undang nomor 22 tahun 2009 tentang Lalu Lintas dan Angkutan Jalan.

"Itu bukan wewenang kami menertibkan tetapi instansi terkait yang menangani itu sesuai undang-undang," tambahnya.

Ketua Komisi B Bidang Ekonomi, Irwan mengatakan, Perusda seharusnya melakukan koordinasi dengan pihak terkait guna kelancaran aktivitas di terminal tersebut.

Selain itu, pemasukan PAD untuk Perusda terminal daya untuk kuartal I tahun 2011 diharapkan mampu mencapai target.

"Diharapkan Perusda tahun ini bisa mencapai target. Dengan adanya tim yang bergerak menertibkan terminal liar, maka keberlangsungan Perusda terminal akan bisa bertahan dan mampu memberikan konstribusi ke pemerintah dan menghidupkan perekonomian masyarakat" katanya. (T.KR-HK/F003)



Pewarta :
Editor:
COPYRIGHT © ANTARA 2026